Atraksi Silat di Negeri Larike Sebagai Pelestarian Budaya
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Perayaan 7 syawal yang setiap tahunnya dilaksanakan disejumlah negeri menjadi momentum dalam melestarikan nilai-nilai leluhur kepada generasi minelnial.
Tidak hanya itu, perayaan 7 syawal juga menjadi ajang silaturahmi dalam menjalin persaudraan yang telah mengakar di Maluku.
Perayaan 7 syawal yang dilaksanakan setiap tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri merupakan salah satu tradisi turun-temurun yang dilakukan di sejumlah negeri di kecamatan Leihitu salah satunya seperti yang dilaksanakan di Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Setiap tahunnya perayaan tujuh syawal rutin digelar masyarakat Negeri Larike.
Berbeda dengan Negeri Mamala dan Morella yang menampilkan atraksi pukul sapu, di Negeri Larike warga menampilkan atraksi silat ataupun silat kampung.
Atraksi ini diperagakan oleh mereka yang telah terlatih sebelumnya secara profesional serta diawasi oleh pelatih.
Selain atraksi silat, sejumlah tari-tarian modern juga turut ditampilkan untuk memeriahkan acara 7 syawal di Negeri Larike. Anggota DPRD Maluku Tengah Fraksi PKS, Musriadin Labahawa yang hadir membuka secara resmi acara tersebut turut mengapresiasi kegiatan yang setiap tahunnya dilakukan di Negeri Larike.
Dikatakan, tradisi 7 syawal merupakan wahana bagi masyarakat larike dalam menjaga tradisi leluhur dari generasi ke generasi.
Selain itu, menjadi ajang silaturahmi antar sesama warga dalam menjaga hubungan persaudaraan di negeri larike.
"Saya harap kedepan, perayaan 7 syawal negeri larike dapat disosialisasikan dan dikemas dengan meriah, sehingga menjadi daya tarik wisata budaya bagi publik di daerah ini," harap Labahawa. (***).
Ket Video : Atraksi Silat Negeri Larike Sumber video: F. Sia. Editor video : LIPUTAN MALTENG