Plt Kepala SMA 17 Malteng Didemo, Ini Sejumlah Catatan Jadi Alasan Aksi
Sejumlah Guru SMA 17 Malteng memegang pamflet dengan sejumlah tulisan kritik di Kantor Cabang Maluku Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, yang berlokasi di Masohi, Maluku Tengah,
Senin 12 Juli 2021.
Kayum Ely
12 Jul 2021 22:50 WIT

Plt Kepala SMA 17 Malteng Didemo, Ini Sejumlah Catatan Jadi Alasan Aksi

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Pelaksana tugas Kepala Sekolah Menegah Atas (SMA) 17 Maluku Tengah, Frederick Nahuway, didemo puluhan gurunya di Kantor Cabang Maluku Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, yang berlokasi di Masohi, Maluku Tengah, Senin 12 Juli 2021. 

Mereka meminta Frederick Nahuway  yang jabat Plt Kepala SMA 17 selama lebih dari 5 tahun itu dicopot. 

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku diminta menghadirkan Kepala Sekolah baru dengan status definitif.  

Puluhan guru yang bertugas di SMA 17 Malteng itu mengungkapan sejumlah alasan meminta Frederick dicopot. 

Frederick disebut menciptakan ketidak harmonisan antara ia dan puluhan guru yang bertugas di sekolah tersebut sehingga manajemen sekolah selama ini berjalan pincang. 

"Ini bentuk akumulasi kekecewaan kami terkait manajemen kepemimpinan (Frederick Nahuway) di SMA 17. Selama ini Plt dia tidak merangkul pegawai. Di Sekolah itu ada Wakasek, tidak dilibatkan Wakasek sama sekali dalam sejumlah kegiatan Sekolah. Semua datang dari pikiran Plt sendiri. Di sekolah ini tinggal dengar dan lakukan apa yang diperintahkan. Pimpinan seperti tukang Bakso. Lalu ada lain ini par apa, pak Plt bikin akan sendiri," jelas Jefri souhoka,
Guru yang bertugas di SMA 17 Malteng yang juga koordinator aksi.  

Jefri mengatakan Frederick tidak beres dalam mengelolah dana di Sekolah. Baik itu soal dana bos hingga pengadaan ratusan buah Tablet merk Mito untuk siswa. 

Selain itu Frederick tidak libatkan panitia dalam pembangunan ruang Laboratorium  Bahasa yang uangnya bersumber dari dana DAK.  

"Pengelolaan Dana Bos tidak jelas, Pembangunan Lab Bahasa ada panitia tapi semuanya dihandel oleh Plt. Pernah sekali ada kunjungan pengawas di sekolah, kedapatan Frederick sedang kerja instalasi Lab senderi dan Angaran itu ada Rp200 juta lebih. Tahun kemarin Dana kinerja dia mengadakan 193 Tab merk Mito. Anggarannya Rp398 juta itu total, tapi kita tidak tahu. Tiba-tiba ada pengadaan tab dan komputer serta infokus," jelas Jefri.  

Olehnya itu Jefri yang datang bersama puluhan guru lainnya meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku untuk mengganti Frederick Nahuway sebagai Plt Kepala SMA 17 Malteng.  

"Kami minta lebih baik Plt diganti. Kerena selain soal ketidak jelasan pengelolaan dana dan manajemen sekolah, suasana kekeluargaan di sekolah tidak sehat lagi. Kita harap aspirasi ini bisa didengar dan ganti kepsek baru," harapnya.  

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Maluku Tengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Jubair Tomagola mengatakan pihaknya akan mempelajari aspirasi guru tersebut.  

Plt Kepala SMA 17 Malteng, Frederick Nahuway juga akan dipanggil guna menelisik aspirasi yang disampaikan.  

Jika benar apa yang disampaikan, Tomagola akan buat usulan pergantian kepala sekolah di SMA 17 Malteng.  

"Akan kita pelajari. Jika sesuai akan kami usulkan pergantian," singkat Tomagola.  

Hingga berita ini naik, Frederick Nahuway belum berhasil dihubungi.  

Dapatkan sekarang

Liputan Malteng, Ringan dan cepat
0 Disukai