Warga menggali kuburan di areal pemakaman untuk dipindahkan ke lokasi lain, di Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupten Maluku Tengah, Minggu (30/5/2021).

Tulang Manusia Sebentar Lagi Berserakan, Warga Desa Haya Desak Pemda Malteng Bangun Talud

Warga Desa Haya, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, mendesak pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, untuk membangun talud penahan ombak di sepanjang areal pemakaman umum di desa tersebut.

Pukulan ombak telah sampai di areal pemakaman. Deretan kuburan di bibir pantai telah tersapu ombak. "Tulang belulang manusia tak lama lagi terlihat berserakan di bibir pantai. Akan menjadi pemandangan menyeramkan." Kata Taufik Kadafik Namakule, warga desa Haya, usai memindahkan kuburan ibu kandungnya akibat disapu ombak, di Desa Haya kepada awak media, Minggu 30 Mei 2021.

Taufik yang juga pemilik media online Liputan Malteng ini mengatakan, kebutuhan pembangunan talud sangat dibutuhkan sekarang.

"Demi kebaikan warga kami yang telah lebih dulu meninggal, dan juga untuk kebaikan kami yang masih hidup." Ungkapnya.

Taufik dan warga Haya baru saja memindahkan kuburan ibu kandungnya ke pemakaman lain yang lebih layak. Pemindahan dilakukan akibat sapuan ombak yang telah sampai di areal pemakaman.

"Ini adalah kewajiban Pemda Malteng. Saya peringatkan sekali lagi kepada Pemda Malteng, ingat bahwa ini adalah tugas dan tanggungjawab kalian." Tegas dia.

Taufik yang juga pernah bertugas di Jakarta sebagai wartawan Ambon Ekspres ini mengatakan, pihaknya juga akan melakukan investigasi mendalam, terhadap beberapa talud yang rusak di Desa Haya.

"Terakhir, saya berbicara dengan kapasitas sebagai pemilik media online, bahwa kami juga akan melakukan investigasi jurnalistik secara mendalam tentang beberapa talud yang rusak akibat deburan ombak di Desa Haya, sehingga beberapa kuburan telah dipindahkan." Tegas Taufik.