Sempat Tertahan Akibat Insiden di Perempat Final Soekarno Cup, Warga Haya Bisa Lintasi Jalur Amahai

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Akses jalan di jalur Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya kembali dibuka setelah sempat diblokade menyusul insiden kericuhan dalam laga perempat final Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Zona Masohi-Seram, Jum'at, 29 Mei 2026. 

Pemulihan akses ini memungkinkan ratusan warga Negeri Haya, Kecamatan Tehoru, yang sempat tertahan di Kota Masohi sejak Jumat malam, bisa kembali ke kampung halaman pada Sabtu petang 30 Mei 2026. 

Ketegangan bermula saat pertandingan perempat final antara Haya FC melawan Amahai FC yang digelar di lapangan Mapolres Maluku Tengah berakhir ricuh. 

Kericuhan dipicu dari perselisihan dan pemukulan di dalam lapangan saat jalannya pertandingan, kemudian sejumlah suporter masuk dan wasit pun menghentikan pertandingan di menit ke 75 waktu normal. 

Akibat kejadian tersebut, sejumlah pemuda Amahai melakukan aksi pemalangan jalan sebagai bentuk protes. Kondisi ini membuat lebih dari 700 warga Negeri Haya yang hadir memberikan dukungan kepada timnya tertahan dan tidak dapat melintasi jalur Amahai untuk kembali ke Kecamatan Tehoru. Selama masa penantian, sebagian besar warga terpaksa menginap di Pendopo Wakil Bupati Maluku Tengah.

Untuk meredam situasi, langkah mediasi aktif dilakukan oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, bersama pihak Polres, Ketua DPRD Herry Men Carl Haurissa, Raja Amahai, pejabat Negeri Haya, serta tokoh dari kedua belah pihak.

Hasilnya, forum mediasi yang digelar pada Sabtu petang membuahkan kesepakatan damai.

Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan proses mediasi terkait insiden yang melibatkan masyarakat Negeri Haya dan Negeri Amahei.

"Puji Tuhan, alhamdulillah, masalah miskomunikasi antara masyarakat Haya dan Amahei hari ini bisa selesai. Masyarakat Haya bisa kembali ke negerinya dengan baik," ujar Mario.

Lebih lanjut, Wakil Bupati secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan pemuda Negeri Amahei. Ia menilai, kedewasaan sikap para pemuda Amahei menjadi kunci utama terbukanya akses jalan yang sebelumnya sempat diblokade.

"Saya memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemuda Negeri Amahei. Dari awalnya mereka mungkin agak keras, namun dengan hati yang tulus, mereka mau bersama-sama dengan kita membuka blokade. Sehingga, hari ini masyarakat Haya sudah dalam perjalanan kembali ke Haya dengan baik dan tentram," tambahnya.

Perwakilan pemuda Amahai, Thomas Madalis dan Thos Watimury, menyatakan bahwa pembukaan blokade jalan merupakan wujud itikad baik untuk menjaga ketertiban. 

Namun, mereka tetap menekankan tuntutan agar pelaku pemukulan segera diproses hukum.

"Kami membuka akses jalan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses mediasi dan demi menjaga keamanan bersama. Tetapi harapan kami jelas, pelaku pemukulan harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas perwakilan pemuda Amahai.

Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa, menekankan pentingnya aparat kepolisian untuk menangani kasus ini secara serius agar tidak memicu konflik yang lebih luas.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Maluku Tengah, Kompol Ruben Menteng Humbang Sihombing, memastikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus pemukulan tersebut.

"Kami memastikan proses hukum akan berjalan. Persoalan ini harus segera dituntaskan agar tidak berkepanjangan. Semua personel yang diperlukan akan dikerahkan untuk mendukung penyelesaian kasus ini," tegas Kompol Ruben.

Dengan dibukanya blokade, situasi di wilayah Amahai kini berangsur kondusif dan warga Negeri Haya telah berhasil melintasi jalur tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan polisi yang memastikan keamanan tetap terjaga.