Rest Area Dibangun di Kawasan Taman Nasional Manusela 'SS', Warga Bisa Istirahat dan Berswafoto

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Taman Nasional Manusela kini punya rest area atau lebih umumnya dikenal sebagai tempat istirahat. Adalah tempat beristirahat sejenak untuk melepaskan kelelahan ataupun kejenuhan.

Rest Area juga bisa digunakan warga atau pengemudi jarak jauh yang melintas di ruas jalan SS Kecamatan Seram Utara Maluku Tengah itu untuk melepas lelah sejenak dengan berswafoto.

Rest Area Walang Taman Manusela itu berlokasi di kawasan Resort Masihulan 
Jln. Lintas Seram SS antara Saleman – Besi sepanjang ± 33,4 KM dan ruas jalan Wahai – Pasahari sepanjang ± 11,3 KM terletak di wilayah kerja Resort Sasarata.

Rest Area tersebut berada pada zona khusus yang ditetapkan sebagai areal pembangunan bersifat strategis yang dibangun melalui Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Taman Nasional  dan Balai Jalan Nasional Maluku.

Saat ini infrastruktur penunjang masih dalam tahap penyelesaian oleh Balai Jalan Nasional Maluku. 

Kepala Balai Taman Nasional Manusela, MHD. Zaidi mengatakan, Rest Area merupakan salah satu prasarana pendukung yang dibangun oleh Balai Jalan Nasional Maluku  sesuai PKS dengan Balai Taman Nasional Manusela untuk menunjang pengelolaan kawasan lingkungan di seputaran Hutan  Taman Nasional. 

"Berupa rest area ‘ Walang Taman Nasional Manusela’ ini tujuannya untuk memberikan kenyamanan kepada warga saat melintas dan bisa beristirahat," kata MHD. Zaidi di Masohi, Senin 18 Maret 2024. 

Dikatakan pembangunan prasarana Rest Area itu dimulai pada Tahun 2023 dan diharapkan dapat  memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan kawasan Taman Nasional Manusela. 

Dijelaskan lagi, salah satu mandat pengelolaan kawasan Taman Nasional Manusela adalah pengembangan wisata sehingga melalui prasarana pengguna jalan juga dapat melakukan aktifitas wisata di lokasi sekitar rest area yang memiliki potensi seperti pengamatan satwa jenis Burung  terutama Paruh Bengkok sambil menikmati pemandangan bentang alam kawasan Taman Nasional Manusela,"

"Disamping itu pembangunan prasarana tersebut bertujuan sebagai wadah edukasi atau penyadartahuan tentang pentingnya fungsi kawasan Taman Nasional Manusela bagi penyangga kehidupan makhluk hidup," jelas Zaidi.

Lebih khusus juga kata dia, melalui pendidikan konservasi  sejak dini kepada siswa sekolah atau organisasi pecinta alam serta meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk tidak membuang sampah disepanjang jalan dalam kawasan Taman Nasional Manusela. 

"Kegiatan edukasi tersebut ditunjang dengan fasilitas  Camping Ground yang berada di sekitar lokasi Walang Taman Nasional Manusela, sehingga  para siswa dapat menikmati secara langsung kondisi kawasan melalui kegiatan camping di  kawasan Taman Nasional Manusela," pungkasnya.