Penanganan limbah tambak udang melalui penerapan teknologi treatment mikrobiologi ramah lingkungan, ECOTRU™️_FOTO ISTIMEWA.

PT Wahana Lestari Investama Perkuat Pengelolaan Limbah Tambak Udang dengan Teknologi ECOTRU™️

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- PT Wahana Lestari Investama secara resmi memperkuat komitmen pengelolaan lingkungan dengan menggandeng PT Esa Maha Karya Tunggal. 

Kerja sama ini difokuskan pada penanganan limbah tambak udang melalui penerapan teknologi treatment mikrobiologi ramah lingkungan, ECOTRU™️.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata perusahaan untuk menurunkan beban pencemaran air limbah, meminimalisir bau tidak sedap, serta menjaga kualitas ekosistem tambak dan lingkungan perairan di sekitar lokasi usaha.

Efektivitas teknologi ECOTRU™️ telah teruji melalui observasi di tiga lokasi operasional perusahaan. Berdasarkan laporan hasil treatment selama tiga hari, limbah yang sebelumnya pekat dan berbau menunjukkan perubahan visual yang nyata, yakni menjadi lebih jernih. 

Hal ini menandakan bahwa senyawa organik seperti lemak, protein, dan selulosa dalam limbah telah terurai dengan baik oleh mikroorganisme aktif dan enzim alami yang terkandung dalam ECOTRU™️.

Manajer PT Wahana Lestari Investama, Mr. Ong, memberikan apresiasi tinggi terhadap profesionalitas PT Esa Maha Karya Tunggal. 

"Kami melihat langsung adanya perubahan yang signifikan setelah treatment dilakukan. Limbah terlihat lebih jernih dan terurai dengan baik. Kami berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat ke depannya," ungkap Mr. Ong dalam rilis yang diterima, Sabtu 4 Juli 2026. 

Teknologi ECOTRU™️ dinilai sebagai solusi ideal karena mengandalkan bahan organik alami, bukan bahan kimia berbahaya. 

Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga, menjelaskan bahwa metode mikrobiologi ini merupakan langkah krusial untuk mempercepat proses penguraian bahan organik sekaligus mengembalikan keseimbangan lingkungan.

"Penerapan ECOTRU™️ tidak hanya berfokus pada penanganan limbah, tetapi juga mendukung pengelolaan usaha yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan," jelas Eka Lestari Sinaga.

 Inisiatif ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak, termasuk otoritas lingkungan hidup. Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi Maluku, Dr. Azri Rasul, menegaskan bahwa penanganan limbah tambak memerlukan perlakuan khusus yang terarah.

"Penanganan limbah harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Melalui treatment mikrobiologi, kualitas air limbah dapat diperbaiki sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar," ujar Dr. Azri.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah, Drs. Hengky Tomasoa, mengapresiasi langkah PT Wahana Lestari Investama. 

Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha, penyedia teknologi, dan pemerintah menjadi kunci utama keberlanjutan industri yang tetap menjaga kelestarian ekosistem.

"Pengelolaan limbah yang baik bukan hanya melindungi ekosistem, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha," pungkas Hengky Tomasoa.

Dengan keberhasilan implementasi teknologi ini, PT Wahana Lestari Investama diharapkan dapat terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan, meminimalisir potensi pencemaran, serta menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan bagi sektor tambak udang lainnya di Indonesia.