-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Ketua Majelis Adat Kerjaan Nusantara Muna, La Ode Riago, mengungkapkan kekecewaan atas perlakuan yang diterima oleh pihak Kerajaan Muna dalam pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Maluku Tengah.
Menurut La Ode Riago, pihak Kerajaan Muna merasa tidak dihargai karena tidak disebutkan dalam pengukuhan dewan adat KKST. "Kita hadir untuk mempererat tali persaudaraan, tapi kami sepeti tidak dihargai," kata La Ode Riago saat gelar konferensi pers usai walk out dari arena pelantikan KKST di Baileo Ir Soekarno, Rabu 3 Juli 2025.
La Ode Riago menjelaskan bahwa sebelumnya, pihak Kerajaan Muna telah dikonfirmasi bahwa mereka akan bersama dalam pengukuhan dan menyaksikan, bahkan telah mempersiapkan penyamatan untuk Ketua DPRD dan Ketua Dewan Adat. Namun, dalam pelaksanaannya, hanya Sultan Buton yang disebutkan sebagai pengukuh dewan adat.
"Kita berbicara konteks Muna dan Buton itu dua kerajaan besar bersama-sama bergandeng tangan kerajaan yang bersaudara. Tapi dengan kondisi yang ada hari ini, seakan-akan hanya dari Buton saja," imbuhnya.
La Ode Riago menambahkan bahwa pihaknya telah meminta perbaikan terhadap berita acara pengukuhan, namun masih merasa tidak dihargai.
"Seharusnya dia membaca Sultan Buton mengukuhkan dengan didampingi perwakilan Kerjaan Muna karena kita hadir kan ini kita bicara empat pilar dalam Sulawesi Tenggara bukan berbicara person," kata La Ode Riago.
Pihak Kerajaan Muna akhirnya memilih untuk melakukan walk out dan memprotes rencana pengukuhan dewan adat karena merasa tidak dihargai.
La Ode Riago berharap agar kesalahan ini dapat diperbaiki dan mereka dapat bekerja sama dengan baik dalam kegiatan ke depan.