Saat Ida Silawane, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maluku Tengah serahkan kopor kepada Dahlia Dahlan salah satu Calon Jemaah Haji asal Kota Masohi_FOTO KAYUM ELY/LIPUTAN.CO.ID.

Persiapan 95 Persen, Kemenhaj Maluku Tengah Serahkan Kopor CJH

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Maluku Tengah menyatakan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah mencapai 95 persen. 

Sebagai salah satu tahapan akhir, Kemenhaj Malteng mulai menyerahkan koper kepada 47 Calon Jemaah Haji (CJH) yang dijadwalkan berangkat bulan ini.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maluku Tengah, Ida Silawane, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian prosedur administratif dan kesehatan telah diselesaikan oleh para jemaah.

"Untuk penyelenggaraan haji di Kabupaten Maluku Tengah, persiapan sudah mencapai 95 persen, tinggal pelaksanaan pelepasan saja. Jemaah sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, bimbingan manasik, hingga vaksinasi meningitis. Hari ini koper sudah diterima, insya Allah tinggal menunggu waktu keberangkatan," ujar Ida di Masohi, Senin 27 April 2026. 

Ida menjelaskan, acara pelepasan jemaah secara resmi akan dilaksanakan pada 8 Mei mendatang. Pada hari yang sama, jemaah akan langsung masuk ke asrama haji.

"Tanggal 8 Mei, jemaah menuju Ambon untuk proses embarkasi antara. Dari Ambon kita langsung menuju Makassar untuk tukar pesawat, jadi tidak menginap lagi di asrama haji Makassar. Di hari yang sama, tanggal 9 Mei, jemaah langsung diberangkatkan menuju Jeddah," jelasnya.

Menyikapi situasi geopolitik global saat ini, Ida mengimbau jemaah untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat telah memperhitungkan berbagai opsi mitigasi untuk menjamin keamanan perjalanan ibadah haji.

"Pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terkait kondisi global. Sampai sejauh ini kondisi insya Allah aman. Kita sama-sama berdoa semoga tidak ada masalah hingga jemaah kembali ke tanah air," tambahnya.

Mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang mengandalkan kekuatan fisik, Ida menitipkan pesan khusus agar 47 jemaah Maluku Tengah menjaga kondisi tubuh menjelang hari keberangkatan. 

Ia berharap seluruh jemaah dapat berangkat dan pulang dalam jumlah yang utuh dan kondisi sehat.

Terkait antrean haji, Ida menyebutkan bahwa saat ini berlaku aturan pemerataan secara nasional, di mana waktu tunggu (waiting list) rata-rata di seluruh Indonesia berkisar antara 25 hingga 26 tahun.

"Regulasi ini mencegah jemaah pindah-pindah daerah hanya untuk mencari antrean pendek. Kami berharap ke depan ada kebijakan atau tambahan kuota agar harapan masyarakat Maluku Tengah untuk berangkat lebih cepat bisa terwujud," tuturnya.

Sementara itu, salah satu Calon Jemaah Haji asal Kota Masohi, Dahlia Dahlan, mengaku sangat bersyukur bisa berangkat tahun ini setelah menanti selama 10 tahun sejak mendaftar pada 2016. 

Ia pun memberikan apresiasi tinggi terhadap pelayanan yang diberikan Kemenhaj Maluku Tengah.

"Alhamdulillah, saya mewakili jemaah mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Haji Maluku Tengah. Kami sangat puas dengan pelayanan mereka, mulai dari awal manasik sampai pembagian koper hari ini. Petugas sangat sabar menghadapi kami," ungkap Dahlia.

Menjelang keberangkatan, Dahlia mengaku fokus utamanya saat ini adalah menjaga kesehatan agar bisa melaksanakan seluruh rukun dan wajib haji dengan lancar di tanah suci.