-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Rencana perluasan Bandara Amahai yang sudah digagas Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan beberapa tahun lalu kini sudah mulai mendapat respon aktif dari Pemda Maluku Tengah.
Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua perintahkan tim persiapan lahan yang telah dibentuknya untuk bekerja lebih cepat melakukan identifikasi lahan warga Soahoku Amahai.
Identifikasi tersebut dalam rangka pembebasan lahan warga untuk kepentingan perluasan Bandara Amahai, yang berada tepat di Negeri Soahoku, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah.
Bupati Abua memerintahkan tim bekerja setelah mendapat informasi resmi dari Unit Penyelenggara Bandar Udara Amahai bahwa rencana perluasan Bandara tidak bersentuhan tanah yang diklaim Auri.
Namun rencana perluasan lebih ke arah Pera, Soahoku yang mana daerah tersebut ansih menjadi lahan warga.
"Kita sudah mulai bekerja di awali dengan rapat tadi. Nanti kita ke lapangan dulu, kita teliti tanah warga. Begitu kita sudah bicarakan besok atau lusa tim sudah mulai bekerja (identifikasi lahan warga," ujar Bupati Abua di Masohi, Selasa 27 April 2021.
Dia mengatakan, hasil kerja tim yang independen akan dijadikan sebagai salah satu rekomendasi kepada Dirjen Perhubungan Udara agar proses pembebasan lahan untuk kepentingan perluasan Bandara Amahai bisa terlaksana. "Nanti kita laporkan ke sana setelah tim ini bergerak," tandas Abua.
Abua mengungkapkan, Pemerintah Maluku Tengah sudah sejak lama menginginkan perluasan Bandara Amahai yang saat ini baru bisa layani Pesawat Twin Other.
"Sejak jaman Pak Mantan Bupati Ir. Abdullah Tuasikal maupun pada jaman saya dan Pak Wakil Leleury, kita selalu bicara tentang pengembangan lapangan terbang Amahai karena kapasitasnya tidak memadai. Dari beberpa pendekatan yang dilakukan belum dapat hasil sehingga terbentuk tim ini dan kita sudah mulai kerja," jelas Abua.
Sementara itu Januaris Seralurin, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandara Amahai mengaprediasi Pemda yang telah menaruh perhatian dan beri progres kerja tim.
Meski begitu dia berharap tim identifikasi lahan bentukan Bupati untuk bekerja lebih cepat agar Pemda Maluku Tengah dapat beri rekomendasi kepada Dirjen Perhubungan Udara tentang rencana perluasan Bandara Amahai.
"Kita telah usulkan dana awal Rp10 Miliar untuk pembebasan lahan warga guna perluasan Bandara. Namun kita berharap sangat kerja tim identifikasi bekerja lebih cepat agar dana itu bisa kita amankan sebelum pembahasan Dipa di Kementrian Perhubungan masuk tahap satuan tiga," harap Januaris.