-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku berupaya menjadikan tradisi Abdau di Desa Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, jadi agenda pariwisata nasional karena keunikan yang tak dimiliki daerah lain di Indonesia.
Demikian dikatakan, Pj Gubernur Maluku Sadali Ie saat menghadiri Festival Abdau yang berlangsung di Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu, Senin 17 Juni 2024.
“Sebagai bagian dari salah satu budaya warisan daerah, tradisi abdau harus masuk dalam kalender pariwisata nasional,” ujar Sadali.
Pj Gubernur Maluku itu mengapresiasi masyarakat Tulehu yang secara konsisten melestarikan dan menyelenggarakan tradisi Abdau yang dilakukan setiap 10 Djulhidjah.
“Atraksi Abdau ini hendaknya dikembangkan dan dikemas menjadi atraksi budaya yang berkualitas hingga menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara,” kata Pj Gubernur Maluku itu.
"Perayaan Idul Adha yang diisi dengan tradisi Abdau merupakan keunggulan Tulehu dan membuat Tulehu sendiri eksis di tengah-tengah masyarakat Maluku," imbuh Sadali.
Abdau berasal dari kata Abada yang artinya Ibadah yang bermakna pengabdian seorang hamba kepada Sang Khalik.
Atraksi Abdau dilakukan oleh ribuan pemuda Tulehu yang saling berdesakandesakan untuk mengangkat bendera berlafadz kalimat Tauhid setinggi-tingginya.
Hal itu sebagai perwujudan refleksi pengakuan kehambaan yang tulus dalam menerima Islam sebagai agama langit yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW untuk tetap lestari.
la melanjutkan semangat perayaan Idul Adha dan Abdau hendaknya menjadi sumber inspirasi dalam membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersatu dan merawat kerukunan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada berbagai kegiatan seni budaya Maluku. Saya mengajak semua pihak untuk bersama sama bekerja mengembangkan budaya Maluku ke arah yang lebih maju lagi,” tandasnya. (***).