Saat Pj Sekda Malteng Jauhari Tuarita serahkan talih asih ke korban kekerasan seksual. Korban didampingi orang tua. Kepala Dinas PMN dan PPPA Maluku Tengah, Wahayumi juga menyaksikan penyerahan santunan tersebut.

Pemda Maluku Tengah Gandeng Psikolog, Pulihkan Korban Kekerasan Seksual Anak 

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus menaruh perhatian terhadap para korban kekerasan seksual perempuan dan anak. 

Pemerintah Maluku tengah melalui Dinas PMN dan PPPA menggandeng Psikolog untuk melakukan pendampingan terhadap belasan anak perempuan korban kekerasan seksual. 

Tak hanya itu Pj Bupati Maluku Tengah melalui Pj Sekretaris Daerah, Jauhari Tuarita juga menyerahkan santunan baik berupa kebutuhan pokok dan juga kebutuhan sekolah kepada para korban kekerasan seksual yang masih sekolah. 

Pj Sekretaris Daerah Jauhari Tuarita mengapresiasi langkah dinas PMN dan PPPA Maluku Tengah lakukan pemulihan traumatik dan pendampingan terhadap korban kekerasan seksual anak. 

"Pemerintah Daerah apresiasi atas Kepedulian Dari Dinas Pemberdayaan karena sudah hadirkan psikolog lakukan pendampingan bagi korban kekerasan seksual anak di Maluku Tengah," kata Jauhari saat memberi sekapur sirih di Rumah Aman sementara di Masohi, Jum'at 17 Mei 2024. 

Dikatakan, Pemerintah daerah lakukan pendampingan secara psikologis dan pemberian talih asih yang diberikan Pemda sebagai wujud rasa cinta yang mendalam kepada para korban kekerasan seksual. 

"Saya mau bilang anak-anaku tidak sendirian pemerintah daerah terus hadir untuk lakukan pendampingan kepada anak-anaku," kata Jauhari didepan para korban kekerasan seksual yang sedang jalani masa pemulihan mental. 

"Tidak perlu kecil hati, tidak perlu rasa sedih berlebihan. Harus yakin pemerintah akan selalu berada di sini dengan ade-ade. Sebentar lagi ikuti dengan baik pendampingan yang dilakukan psikolog untuk menambah pengetahuan," tandasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Negeri dan Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak (PMN dan PPPA), Wahayumi mengatakan pihaknya ikut sedih karena kasus kekerasan seksual terhadap anak di Maluku Tengah terus meningkat. 

"Tahun 2023 Januari-Desember jumlah kasus kekerasan seksual ada 13 kasus, tapi di 2024 baru di bulan Mei sudah ada lagi belasan kasus," ungkap Wahayumi. 

Olehnya itu kata Wahayumi, Dinas PMN dan PPPA akan tingkatkan perannya dalam rangka melakukan pencegahan kasus tersebut. 

"Kita akan tingkatkan sosialisasi dan bersinergi dengan pemerintah negeri agar kasus-kasus seperti ini tidak terjadi atau minimal menekan angka kasus agar tidak meningkat," tandasnya. 

Wahayumi juga berharap kasus-kasus seperti ini perlu mendapat kepastian hukum agar para pelaku benar-benar menerima hukuman yang maksimal.