-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Mayat perempuan tanpa identitas yang dievakuasi dari dalam gorong gorong jalan Abdullah Soulissa tepat di samping Bundaran Kota Masohi, hingga hari ini masih tersimpan di kamar mayat RSUD Masohi.
Korban yang sudah dievakuasi pada Rabu 9 Maret 2022, belum bisa dilakukan autopsi.
Pihak RSUD Masohi hanya diminta untuk lakukan visum. Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Forensik RSUD Masohi, Arkipus Pamutu kepada Liputan.co.id di Masohi, Kamis 10 Maret 2022.
"Untuk autopsi belum bisa dilakukan. Hari ini rencana mau dilakukan pemeriksaan atau visum bagian-bagian luar," ujar Arkipus.
Arkipus yang juga ketua IDI Maluku Tengah itu mengungkapkan alasan belum bisa dilakukan autopsi terhadap mayat perempuan itu karena belum ada permintaan pihak penyidik Polres Maluku Tengah.
"Belum ada permintaan dari Polisi untuk autopsi. Kita hanya diminta visum aja," singkatnya.
Kasi Humas Polres Maluku Tengah, IPTU Rido Masihin mengatakan permintaan autopsi belum bisa dilakukan karena mayat tersebut belum diketahui identitasnya.
"Kecuali sudah diketahui identitasnya dan sudah diketahui hubungan keluarga. Sehingga jika pihak keluarga minta autopsi maka kita lakukan," kata Masihin via telepon.
Masihin memastikan identitas mayat tersebut masih misterius. Dan belum ada petunjuk terbaru terhadap mayat tersebut.
Namun dikatakan, Polisi sementara ini masih terus bekerja untuk mengungkap sebab kematian dan identitas mayat tersebut. "Polisi masih terus melakukan penyelidikan," singkatnya.