Korban KS di tengah usai terima bantuan dari LPAI didampingi Bayan Peduli_FOTO ISTIMEWA.

Korban KS Bapa Kandung di Maluku Tengah Dapat Bantuan Beasiswa Dari LPAI Maluku

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Maluku menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi sejumlah anak korban kekerasan seksual di wilayah tersebut, termasuk seorang anak perempuan asal Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, yang menjadi korban tindak asusila oleh bapak kandungnya sendiri.

Penyaluran bantuan yang bekerja sama dengan Bayan Peduli ini dilaksanakan pada Senin (8/6/2026), dengan pendampingan langsung oleh Pekerja Sosial (Peksos) Kementerian Sosial RI bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Maluku Tengah.

Kasus yang Menggemparkan

Sebelumnya, masyarakat di Kecamatan Tehoru digemparkan dengan laporan tindak pidana asusila yang dilakukan seorang pria berinisial DH (46) terhadap anak kandungnya sendiri, NH (17). Berdasarkan laporan yang disampaikan pada 17 Mei 2026, korban yang baru saja lulus SMA ini mengaku telah menjadi korban tindakan bejat sang ayah secara berulang kali sejak duduk di bangku kelas 1 SMA.

Komitmen Pemulihan Melalui Pendidikan

Ketua LPAI Provinsi Maluku,  Anna Latuconsina menegaskan bahwa beasiswa ini merupakan tindak lanjut dari proses verifikasi, asesmen, dan kunjungan lapangan terhadap anak-anak yang membutuhkan dukungan, termasuk mereka yang berada di Rumah Aman Masohi.

"Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus tetap terpenuhi dalam kondisi apa pun. Melalui bantuan ini, kami berharap anak-anak tetap memiliki semangat belajar, terus mengembangkan potensi diri, dan mampu meraih cita-cita yang mereka impikan," ujar Anna.

Ia menjelaskan bahwa akses pendidikan adalah aspek krusial dalam proses pemulihan psikologis korban. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp3.000.000 (SD), Rp5.000.000 (SMP), dan Rp7.000.000 (SMA).

Sinergi Multi Pihak

Pekerja Sosial Kementerian Sosial RI di Maluku Tengah, Rasyid La Koko, memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor ini. 

Ia menilai bahwa bantuan pendidikan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemulihan sosial anak-anak yang berada dalam situasi rentan, khususnya di Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat.

Pihak keluarga penerima manfaat pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. 

"Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami dan menjadi motivasi bagi anak untuk terus bersekolah serta mengejar cita-citanya," ungkap perwakilan keluarga.

Menutup keterangannya, Anna Latuconsina menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam melakukan pengawasan serta komunikasi yang baik guna mencegah terulangnya kekerasan terhadap anak. 

Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga perlindungan, dan dunia usaha seperti ini dapat terus berkelanjutan guna memastikan masa depan anak-anak korban kekerasan seksual tetap terjaga.