Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Maluku Tengah (Malteng), Amsuddin akhirnya buka suara perihal insiden murid bully guru di sekolah tersebut.

Kepsek Kecam Sikap Bullying Terhadap Guru di Masohi

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Maluku Tengah (Malteng), Amsuddin akhirnya buka suara perihal insiden murid bully guru di sekolah tersebut.

Kata dia, saat para siswa melakukan aksi unjuk rasa hingga perlakukan bullying kepada guru yang diketahui bernama Maryam Latarissa atau Wakil Kepela Sekolah (Wakasek) Kesiswaan itu, terjadi saat dirinya tidak berada di tempat. Dan sementara Dinas luar di Ambon. 

"Saat kejadian itu, saya tidak di sekolah kebetulan saya sementara ke Provinsi (Ambon) untuk urusan dinas," jelas Kepsek.

"Karena itu, saat mendengar dan menonton video Bullying yang terlanjur viral di Media Sosial saya pun sangat menyangkan kejadian itu bisa terjadi," imbuh Kepsek.

Ia bahkan menyesal karena saat kejadian itu terjadi tidak seorang pun dewan guru yang melerai para murid yang tengah mebuli guru senior itu.

"Dan pada saat itu juga ada teman-teman guru yang terlibat, saya sangat menyayangkan sekali. Dan kepada Ibu Yam  saya akan tetap dengan Ibu Yam, Ibu Yam harus tegar menghadapi itu semua," cetus Kepsek.

Untuk itu, sebagai pimpinan di lembaga pendidikan menengah atas itu, dirinya akan mencari solusi terbaik guna menyikapi persoalan yang terjadi saat ini.

"Saya sebagai pimpinan akan mencari solusi yang terbaik agar masalah ini bisa kita pulihkan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lbah lebih baik kedepan," ulasnya.

Iya pun mengecam keras tindakan bullying di sekolah yang ia pimpin itu. Dan akan memanggil seluruh siswa yang terlibat beserta orang tua untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

"Saya sebagai kepala Sekolah mengecam keras tindakan Bullying yang dilakukan oleh para siswa," tutur Kepsek. 

Ia juga akan mengumpulkan baik siswa maupun dewan guru yang terlibat untuk melakukan konferensi pers dan meminta maaf kepada yang bersangkutan yang dibully dan kepada publik.

"Saya bersama tema-teman akan mengumpulkan data data siswa-siwa mana kemudian bersama orang tuanya, lalu kita buat semacam video permintaan maaf terhadap tindakan yang mereka lakukan terdap ibu dan kepada publik," tandasnya.