-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- PT Wahana Lestari Investama (WLI) mengambil langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan ekosistem tambak udang melalui kolaborasi strategis dengan PT Esa Maha Karya Tunggal.
Kerja sama ini difokuskan pada implementasi teknologi treatment mikrobiologi ECOTRU™️ untuk pengelolaan limbah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan operasional tambak yang menghasilkan limbah organik, di mana PT WLI berkomitmen untuk menekan beban pencemaran, mengeliminasi bau, serta menjaga kualitas air di sekitar lokasi tambak.
Solusi Berbasis Alam Teknologi ECOTRU™️ memanfaatkan keunggulan mikroorganisme aktif dan enzim alami untuk mengurai berbagai senyawa organik dalam limbah, seperti lemak, protein, karbohidrat, dan selulosa.
Berbeda dengan metode konvensional, pendekatan ini tidak melibatkan bahan kimia berbahaya, menjadikannya solusi yang aman dan berkelanjutan.
Diketahui, PT Esa Maha Karya Tunggal telah banyak membantu Pemerintah Daerah dan juga Perusahaan Industri lainnya di Indonesia hingga negara Asia Tenggara lainnya.
Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga, mengungkapkan bahwa penggunaan mikrobiologi adalah langkah krusial untuk mempercepat degradasi limbah.
"Pemaksaan sanksi pemerintah kepada perusahaan itu begini. misalnya dia rusak lingkungan, kita paksa harus buat perbaikan contoh itu pemulihan baku mutu air dengan penyaringan limbah, jadi kalau mereka tidak lakukan itu sanksinya akan ditingkatkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah, Hengky Tomasoa dalam rilisnya, Sabtu 4 Juli 2026.
"Kami sangat senang dengan hasil treatment dengan mikrobiologi Ecotru yang baru 3 hari ini sudah memberikan hasil sangat signifikan, meskipun ini hanya baru masa simulasi. Kami sangat mengakui professional tim PT Esa Maha Karya Tunggal (Ecotru) dari Jakarta Barat turun langsung ke Seram Utara" jelas Mr Ong selaku General Manager PT Wahana Lestari Investama.
Mikrobiologi Ecotru merupakan Enzyme yang memiliki Super Katalase dimana mikrobiologi ini tahan hidup di kondisi extreme seperti rentang suhu 20-40°C, salinitas tinggi hingga 27.000 ppm, COD dan BOD tanpa batas serta kandungan klorin hingga 3ppm. Bakteri Ecotru dikenal sebagai pemakan sedimen dan dapat mengendalikan pencemaran air limbah hitam.
Secara terpisah, Direktur PT Esa Maha Karya Tunggal, Eka Lestari Sinaga menjelaskan bahwa limbah dari tambak udang yang berasal dari sisa pakan, kotoran, dan bahan metabolisme mengandung nutrisi tinggi seperti nitrogen dan amonia. Pembuangan langsung dapat memicu eutrofikasi (ledakan alga), menurunkan kadar oksigen, merusak ekosistem pesisir, dan dapat membunuh biota laut.
"Penerapan ECOTRU™️ tidak hanya berfokus pada penanganan limbah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan usaha yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujar Eka.
Hasil implementasi teknologi ini terlihat impresif hanya dalam kurun waktu tiga hari di tiga lokasi tambak. Ia pun menyatakan harapan agar kemitraan profesional dengan PT Esa Maha Karya Tunggal ini dapat terus diperkuat guna meningkatkan standar pengelolaan lingkungan perusahaan.
Manajer PT Wahana Lestari Investama, Mr. Ong, mengaku puas dengan perubahan kualitas air yang terjadi.
"Kami melihat langsung adanya perubahan yang signifikan setelah treatment dilakukan. Limbah yang sebelumnya pekat dan berbau, kini menjadi lebih jernih. Ini menandakan bahwa proses penguraian bahan organik berjalan dengan sangat baik," jelas Mr. Ong.
Langkah proaktif WLI mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk otoritas lingkungan hidup.
Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi Maluku, Dr. Azri Rasul, menilai bahwa penanganan limbah tambak memang memerlukan pendekatan teknologi yang terarah agar dampak negatif terhadap lingkungan dapat diminimalisir.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah, Drs. Hengky Tomasoa, menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha dan penyedia teknologi adalah bentuk komitmen nyata dalam menjaga ekosistem.
"Upaya ini perlu diapresiasi karena menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga lingkungan. Pengelolaan limbah yang baik bukan hanya melindungi ekosistem, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha," ungkap Drs. Hengky Tomasoa.
Kolaborasi antara PT WLI dan PT Esa Maha Karya Tunggal ini diharapkan menjadi pionir dalam tata kelola lingkungan yang lebih baik di sektor perikanan, sekaligus menjadi model percontohan bagi pelaku usaha lain dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam operasional bisnis mereka.