Saat mayat perempuan tanpa identitas hendak dibawa ke RSUD Masohi setelah dievakuasi oleh Polres Maluku Tengah tepat di dalam Gorong-gorong samping Bundaran Kota Masohi_Foto Tangkap Layar Live streaming Fanpage Liputan Malteng.

Kata Polisi Soal Kronologis Temuan Mayat di Gorong-Gorong Masohi

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang dievakuasi dari dalam Gorong-gorong Jalan Raya Abdullah Soulissa RT. 01 Kelurahan Ampera Kota Masohi,  Maluku Tengah, kini sedang disimpan di frizer kamar mayat RSUD Masohi untuk kepentingan visum atau Autopsi. 

Mayat tanpa identitas yang dievakuasi pada Rabu tanggal 09 Maret 2022 pukul 15.45 Wit awalnya ditemukan oleh dua orang pemuda pada selasa malam. 

Mereka diantaranya saksi Ali Yusri Renleew (20) dan Hardi Luanmase (24). Keduanya disebut sebagai orang yang pertama kali temukan mayat perempuan tanpa identitas tersebut. 

Pada hari Selasa tanggal 08 Maret 2022 sekitar pukul 18.30 Wit, kedua saksi menuju ke gorong-gorong yang terletak di Tugu Ir. Soekarno jalan Pattimura Kelurahan Namaelo Kecamatan Kota Masohi dengan tujuan untuk mencari Udang. 

Setelah tiba di Tugu Ir. Soekarno kedua saksi masuk ke dalam gorong-gorong dan berjalan kaki menyusuri gorong-gorong dengan menggunakan alat senter HP dan sebuah karung serta sebilah parang. 

Setelah meyusuri gorong gorong  kurang lebih sepanjang 1 KM tepatnya di depan Perpustakaan Masohi kedua saksi mencium aroma bau menyengat. 

Namun kedua saksi tidak menghiraukan dan menganggap bau yang menyengat tersebut berasal dari bangkai hewan yang telah mati dan tetap melanjutkan pencarian udang. 

"Sesampainya di dalam gorong-gorong yang terletak di Bundaran Kota Masohi saksi Ali Yusri melihat sesosok mayat perempuan tanpa identitas dalam keadaan tergeletak dengan posisi kaki terikat tali," jelas Kasi Humas Polres Maluku Tengah, IPTU Rido Masihin via pesan WhatsApp rabu Malam. 

"Karena merasa takut kedua saksi langsung bergegas lari keluar gorong-gorong," tambah Masihin. 

Meski temukan mayat pada selasa malam,  kedua saksi tidak langsung melapor ke Polisi. 

Keduanya baru menceritrakan Kepada rekan lainnya pada Rabu petang. Ceritra tersebut diketahui pihak intelkam Polres bahwa ada mayat di dalam gorong-gorong kota Masohi. 

Polisi pun turun tangan di TKP dan Pada pukul 17.30 WIT, korban dievakuasi. Kemudian korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Masohi untuk dilakukan VER oleh Dokter Umum RSUD Masohi dr. Fetrisya Siauta. 

"Dari hasil pemeriksaan disimpulkan bahwa ada ikatan seutas tali pada kaki sebelah kiri korban dan korban menggunakan pakaian warna biru," jelas Masihin. 

Sementara terkait dengan penyebab kematian kata Rido bahwa belum bisa disimpulkan. 

"Pada pukul 18.00, korban di pindahkan ke ruang penyimpanan Mayat dan di masukan ke dalam Frizer guna kepentingan Autopsi," tandasnya.