-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku S. Bambang Widyarta, didampingi Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol meninjau jembatan Kawanua, Tehoru yang roboh pada Senin dinihari 10 Juli 2024.
Tiba di lokasi jembatan roboh pada Senin petang, Bambang Widyarta memastikan ada dua bentangan jembatan yang memiliki panjang 120 meter roboh.
“Jadi kami subuh tadi mendapat kabar dari tim di lapangan bahwa Jembatan Kawanua bentang total 520 meter, jembatan 120 meter hanyut di ruas jalan nasional terjadi bencana alam roboh akibat banjir bandang. Sehingga pagi ini kami langsung meluncur ke lokasi,” kata Bambang di lokasi Jembatan Kawanua.
Ia mengatakan, jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah karena tidak ada jalan alternatif lain.
Sehingga satu-satunya cara diatasi dengan Jembatan Bailey untuk penanganan sementara.
Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa kembali melewati akses jembatan, sekaligus agar distribusi bahan pokok tidak menjadi kendala.
Disaat yang sama Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, mengatakan bahwa untuk penanganan sementara akan dibangun Jembatan Bailey atau jembatan darurat dari rangka baja dengan bentang 150 meter.
“Jembatan putus ditangani dengan Jembatan Bailey secepatnya saat air sudah surut dengan bentang 30×5 meter atau 150 meter. Jadi setelah banjir surut diharapkan kemudian bisa fungsional,” ujar Toce.