-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
LIPUTAN.CO.ID,- Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, mengakui bahwa pemerintahannya belum memenuhi janji-janji kampanye. Ia mengakui saat bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mencalonkan diri 2 tahun lalu dengan Jargon LAWAMENA banyak janji-janji kampanye yang disampaikan kepada publik.
Namun hal itu kata Dia belum bisa terwujud, bahkan Abdullah Vanath menggunakan kata 'menipu' untuk menggambarkan situasi tersebut.
"Kami harus jujur kepada masyarakat, bahwa kami telah menipu rakyat Maluku karena janji-janji kampanye belum bisa kami wujudkan," kata Vanath di acara halal bihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Maluku yang berlangsung di Hotel Pasifik, Senin 6 April 2026.
Vanath menjelaskan bahwa kondisi anggaran yang terbatas menjadi alasan utama mengapa janji-janji kampanye belum dapat diwujudkan.
"Ini bukan, karena kami tidak bekerja, tetapi kondisi anggaran membuat kami tidak bisa menjalankan semua yang telah kami janjikan," katanya.
Vanath menegaskan bahwa pemerintahannya lebih memilih untuk menyampaikan keadaan sebenarnya daripada menutup-nutupi kenyataan.
"Kami terpaksa menyampaikan ini secara jujur daripada menutup-nutupi kenyataan yang ada," ujarnya.