Generasi Banda Naira Disemangati Agar Kelak Menembus Kampus Terbaik Dunia

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Keterbatasan geografis bukan lagi alasan untuk membatasi mimpi. Pesan itulah yang menggema di Aula SMA Negeri 30 Maluku Tengah, Banda Naira, Rabu 29 Juli 2026, ketika puluhan pelajar mengikuti Seminar Motivasi Studi Lanjut yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Kawasan Amerika–Eropa bersama Kawan Alam Indonesia.

Mengusung tema "Berani Bermimpi, Berani Mendunia", seminar tersebut menjadi bagian dari Program Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira yang bertujuan menumbuhkan optimisme generasi muda agar berani menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia hingga universitas bergengsi dunia melalui berbagai jalur beasiswa.

Bagi para penyelenggara, masa depan Banda Naira tidak hanya bergantung pada kekayaan sejarah dan sumber daya alamnya, tetapi juga pada kualitas generasi mudanya. 

Karena itu, membuka wawasan pelajar terhadap peluang pendidikan tinggi dipandang sebagai investasi penting bagi pembangunan daerah di masa depan.

Dalam seminar tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai peluang melanjutkan studi melalui program beasiswa, mulai dari LPDP, beasiswa pemerintah negara tujuan, hingga beasiswa yang disediakan berbagai universitas internasional. 

Mereka juga mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu dipersiapkan sejak dini, seperti meningkatkan prestasi akademik, kemampuan berbahasa Inggris, pengalaman organisasi, hingga keberanian membangun mimpi besar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMA Negeri 30 Maluku Tengah, Diana La Rae, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Menurutnya, kehadiran para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri memberikan perspektif baru bagi para siswa bahwa asal daerah bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan terbaik.

"Kami sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada PPI Dunia Kawasan Amerika-Eropa bersama Kawan Alam Indonesia yang telah menghadirkan seminar motivasi ini di sekolah kami. Kehadiran para narasumber memberikan perspektif baru bagi anak-anak kami bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya," ujar Diana.

Ia berharap seminar tersebut mampu mengubah cara pandang para siswa terhadap pendidikan tinggi.

"Selama ini mungkin banyak siswa yang menganggap kuliah di luar negeri hanyalah mimpi yang sulit dicapai. Padahal melalui berbagai program beasiswa, termasuk LPDP maupun beasiswa internasional lainnya, kesempatan itu terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha. Kami berharap setelah mengikuti seminar ini, anak-anak semakin percaya diri, rajin belajar, dan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar kelak mampu menjadi putra-putri terbaik Banda Naira yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Salah satu narasumber, Aurelia Arianti Vinton, Direktur Pengabdian Masyarakat PPI Dunia Kawasan Amerika-Eropa sekaligus Wakil Ketua Umum Kawan Alam Indonesia, membagikan kisah perjalanannya menempuh studi Magister Sustainable Technology di KTH Royal Institute of Technology, Swedia.

Di hadapan para pelajar, ia menegaskan bahwa kuliah di luar negeri bukanlah mimpi yang hanya dimiliki mereka yang berasal dari kota besar.

"Saya ingin adik-adik di Banda Naira memahami bahwa mimpi kuliah ke luar negeri bukan hanya milik mereka yang tinggal di kota besar. Saya berasal dari Indonesia, dan melalui proses belajar, mempersiapkan diri, serta memanfaatkan peluang yang ada, saya dapat melanjutkan studi Magister di KTH Royal Institute of Technology di Swedia pada bidang Sustainable Technology. Semua itu berawal dari keberanian untuk bermimpi," tuturnya.

Ia juga mengajak para siswa agar mulai membangun prestasi sejak sekarang dan tidak ragu memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang tersedia.

"Hari ini dunia semakin terbuka. Banyak universitas dan lembaga yang menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa Indonesia. Yang terpenting adalah membangun prestasi, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, aktif dalam organisasi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan maupun masyarakat. Saya berharap suatu hari nanti akan lahir mahasiswa asal Banda Naira yang melanjutkan pendidikan di berbagai negara dan kembali membangun daerahnya," ujarnya.

Semangat pantang menyerah juga disampaikan Sa'adah Fadhilah Indra Ayu, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengisahkan bahwa dirinya pernah gagal dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri sebelum akhirnya berhasil diterima di UGM.

"Saya ingin menyampaikan kepada adik-adik bahwa gagal sekali bukan berarti masa depan kita berakhir. Saya pernah merasakan kecewa karena belum berhasil lolos pada kesempatan pertama. Tetapi saya memilih untuk bangkit, mengevaluasi kekurangan, memperbaiki cara belajar, dan terus berusaha hingga akhirnya diterima di UGM," katanya.

Selain berbagi pengalaman, Sa'adah memberikan sejumlah strategi menghadapi seleksi perguruan tinggi, mulai dari menyusun jadwal belajar yang konsisten, memperbanyak latihan soal, hingga menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa persiapan.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan cita-cita.

"Jangan pernah mengurungkan niat kuliah hanya karena persoalan biaya. Saat ini tersedia banyak program bantuan pendidikan dan beasiswa dalam negeri, termasuk Bidikmisi yang kini berkembang menjadi KIP Kuliah, serta berbagai beasiswa lainnya. Yang paling penting adalah memiliki semangat belajar, prestasi, dan keberanian untuk terus mencoba," ujarnya.

Antusiasme para siswa terlihat sepanjang seminar. Mereka aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi lolos perguruan tinggi, peluang memperoleh beasiswa, kehidupan sebagai mahasiswa di luar negeri, hingga prospek karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa bersama Kawan Alam Indonesia berharap semakin banyak generasi muda Banda Naira yang berani bermimpi besar, menempuh pendidikan hingga ke kampus-kampus terbaik dunia, kemudian kembali mengabdikan ilmu, pengalaman, dan jejaring global yang dimiliki untuk mempercepat pembangunan Banda Naira dan Indonesia.

Program Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira sendiri menjadi bentuk nyata komitmen kedua organisasi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi lintas generasi sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.