Saat DPRD Kabupaten Maluku Tengah sambangi Morella-Hitumessing guna mendorong Jalan Damai dua negeri yang sempat bertikai_FOTO ISTIMEWA.

DPRD Memupuk Jalan Damai Morella-Hitumessing, Haurissa: Diperlukan Atau Tidak, Kita Harus Hadir

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,– Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah melakukan kunjungan kerja ke Negeri Morella dan Negeri Hitumessing pada Kamis 30 April 2026.

Kehadiran wakil rakyat ini bertujuan untuk membangun dialog dengan kedua belah pihak guna membicarakan langkah-langkah perdamaian pasca bentrokan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa, menegaskan bahwa kehadiran negara, baik melalui eksekutif maupun legislatif, adalah sebuah keharusan di tengah masalah masyarakat.

Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan stabilitas di daerah.

"Tugas pemerintah dan tugas DPRD itu kan tetap hadir setiap saat. Diperlukan atau tidak diperlukan, kita tetap harus hadir bagi kepentingan masyarakat di Maluku Tengah," ujar Haurissa kepada Liputan.co.id via telepon, Jum'at 1 Mei 2026. 

Dalam kunjungan tersebut, pihak DPRD tidak hanya mendengar aspirasi warga, tetapi juga langsung mengambil langkah taktis.

Haurissa mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah eksekutif untuk merespons kebutuhan mendesak di lapangan.

"Pas pertemuan, kita sudah langsung berkoordinasi dengan Pak Gubernur Maluku dan juga Pak Bupati Maluku Tengah untuk menyampaikan permintaan-permintaan mereka (masyarakat)," tambahnya.

Ia menekankan bahwa tujuan utama dari kehadiran DPRD adalah untuk memulihkan kerukunan dan memupuk jalan damai dua pihak. 

"Kita hadir sebagai pemerintah di tengah-tengah masyarakat yang bertikai dengan satu tujuan harus ada perdamaian. Persatuan itu harus tetap menjadi bagian terpenting dalam hidup bernegara dan berdaerah," tegasnya.

Terkait respons dari Negeri Morella dan Hitumessing, Haurissa mencatat adanya keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk berdamai.

Namun, terdapat beberapa poin krusial yang perlu diselesaikan oleh pemerintah, terutama menyangkut dampak fisik dan materiil akibat bentrokan.

"Kalau dua negeri itu sebetulnya perdamaian menjadi bagian terpenting bagi mereka. Hanya saja ada beberapa permohonan dan permintaan mereka untuk penyelesaian kerusakan dan kerugian," jelas Haurissa.

DPRD berkomitmen untuk terus mengawal urusan ini dengan berkoordinasi bersama lembaga terkait. Haurissa berharap agar Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dapat bersinergi dengan DPRD untuk mengakomodasi permohonan masyarakat tersebut.

Haurissa memimpikan kawasan Jazirah Leihitu kembali menjadi wilayah yang kondusif bagi generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa upaya pemulihan ini tidak akan berhenti pada satu kali kunjungan saja.

"Kehadiran DPRD ini bukan cuma sekali untuk tugas menghimbau dan mengajak perdamaian. Jazirah itu harus aman. Jazirah itu harus tetap menjadi surga bagi semua anak-anak Jazirah," pungkasnya.

Upaya dialog ini diharapkan menjadi titik balik bagi kembalinya hubungan persaudaraan yang harmonis antara Negeri Morella dan Hitumessing demi kemajuan Maluku Tengah secara keseluruhan.