Saat Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir memakai kopiah mendoakan almarhum Firdaus Ahmad Fauzi di RSUD Masohi, sebelum penyerahan Jenazah Firdaus kepada keluarga untuk dimakamkan di Jawa Barat_Foto Istimewa.

Kata Dokter Forensik Soal Kondisi Tubuh Almarhum Firdaus Ahmad Fauzi

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,-Dokter spesialis forensik, Arkipus Pamuttu, mengungkapkan bahwa jenazah Firdaus Ahmad Fauji, pendaki yang meninggal di Gunung Binaiya, diperkirakan sudah hembuskan nafas terakhir lebih dari 2 minggu sebelum pemulasaran jenazah di RSUD Masohi pada Senin, 19 Mei 2025.

Firdaus Ahmad Fauji dinyatakan hilang pada 26 April 2025 dan ditemukan oleh tim SAR relawan di lembah Yahe Gunung Binaiya pada Sabtu 17 Mei 2025. 

Menurut dokter Arkipus, tubuh Firdaus mengalami beberapa cedera. 

"Termasuk retakan pada tulang tengkorak sebelah kiri, patah pada rahang bawah bagian depan, satu tulang rusuk patah, dan tulang betis kiri patah di bagian atas," ujar Arkipus kepada Liputan.co.id. 

Hal itu setelah Arkipus mengamati Jenazah Firdaus saat melakukan pemulasaraan 

Setelah dilakukan pemulasaraan, jenazah Firdaus kemudian dimasukkan ke dalam peti.

Dan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyerahkan jenazah almarhum  Firdaus Ahmad Fauzi kepada keluarga untuk dimakamkan di Jawa Barat.