Sejumlah pelajar SD Negeri 335 Maluku Tengah di Hatuolo pose bersama_Foto Istimewa.

Dilemanya Sekolah di Pegunungan Seram, Karena Rutin Perubahan Kurikulum ?

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,-Pergantian kurikulum secara rutin oleh pemerintah rupanya  menjadi dilematis bagi tenaga pendidik di satuan pendidikan tertentu.

‎Semisal, satuan pendidikan pada daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). 

‎Terbaru, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah  (Kemendikdasmen) bakal mengimplementasi kurikulum nasional di seluruh jenjang dari PAUD sampai menengah di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di tahun 2025 ini.

‎Diketahui, kurikulum K-13 dan kurikulum Merdeka masih dipakai di beberapa sekolah. Ihwal persoalan itu, Kemendikdasmen mengaku bakal menerapkan deep learning berdampingan dengan kedua kurikulum yang ada. 

‎Dilematis pemberlakuan kurikulum dirasakan oleh SD Negeri 355 Maluku Tengah yang terletak di daerah pegunungan. 

Terlebih dengan keterbatasan sarana dan akses ke pedalaman Seram Utara tepat di Desa Hatuolo Kecamatan Seram Utara.

‎Kepala SDN 355 Maluku Tengah, Fredy Fernando Loumaly mengaku saat ini sekolahnya masih menggunakan kurikulum campuran. 

‎"Sekolah yang berada di daerah 3T Kabupaten Maluku Tengah, Sistem belajar masih disesuaikan," ujar Loumaly dalam rilis yang diterima baru-baru ini. 

‎Walau masih bersekolah di rumah warga, kepsek tetap optimis bisa memberikan pembelajaran yang optimal kepada 17 peserta didiknya. 

‎"Tahun kemarin katong (kita) punya program khusus guri di daerah 3T, yaitu peningkatan kapasitas mutu pendidikan, bentuknya sosialisasi," terang dia.

‎Saat ini, sekolah hanya memiliki dua guru pembantu yang notabene adalah lulusan SMA. 

‎Sekolah darurat pun sedang diupayakan pembangunannya bersama dengan masyarakat. 

‎"Kemarin ada yang mau untuk diurus menjadi sekolah darurat, dengan bantuan salah satu dewan provinsi.
‎Hasil rapat bersama dengan stakeholder desa, kami sudah memetakan kebutuhan sekolah darurat," ungkap Loumaly. 

‎Walau tanpa bangunan sekolah dan akses ke daerah pelosok penuh tantangan, kepsek tak pantang menyerah memperjuangkan pengadaan fasilitas sekolah. 

‎"SK pengadaan bantuan Starling dan solar panel 2000 Watt dari dinas pendidikan  yang ditandatangani oleh bupati," kata dia. (***)