-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua I rencana tambah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Seram berkapasitas 20 MW di Kota Masohi.
Berlokasi di Kelurahan Namasina, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah PLN akan bangun PLTMG yang diberi nama PLTMG Seram 2.
Ya, Karena saat ini di Kota Masohi sudah ada PLTMG Seram 1 yang juga melayani pasokan listrik di Pulau Seram.
Saat ini rencana tersebut sudah masuk pada tahap persiapan pembebasan lahan seluas 1,6 hektar.
Terkini, PLN lewat Asisten Manajer Perizinan dan Umum UPP Maluku dan Papua I, Rendy Mario Arjuna menggelar sosialisasi pembebasan lahan di Aula Kantor Kelurahan Namasina, Kamis 20 Maret 2025.
Dihadiri Staf Ahli Bupati Zahlul Ikhsan, kepala Kelurahan Namasina, Kejaksaan, Badan Pertanahan, para ketua RT se-Namasina dan stakeholder masyarakat setempat.
Bupati Maluku Tengah lewat Staf Ahli Zahlul Ikhsan memberi dukungan penuh kepada PLN menambahkan daya pasokan listrik di Maluku Tengah terlebih pusat PLTMG di bangun di Kota Masohi.
"Kami apresiasi dan beri dukungan penuh rencana PLN. Harapan kami kehadiran PLTMG ketersediaan listrik kita aman kemudian dapat menyerap tenaga kerja," kata Ikhsan.
Sementara itu, Asisten Manajer Perizinan dan Umum UPP Maluku dan Papua I, Rendy Mario Arjuna, menjelaskan untuk proses konstruksi PLTMG dimulai dari pengadaan tanah.
"Timeline -nya akhir tahun ini masuk semester I awal Juni 2025 atau akhir Juni 2025 sudah tersedia lahan. Kemudian dilaporkan ke pusat dan mereka akan meeting untuk proses tender, akhir tahun itu sudah ditunjuk pelaksana konstruksi," jelas Mario.
Mario bilang, kapasitas listrik yang akan dialiri oleh PLTMG Seram 2 yakni 20 MW bakal mengaliri seram Maluku Tengah dan Kabupaten SBB.
"Kalau tidak ada kendala maka mungkin awal tahun depan 2026 sudah bisa berjalan. Kita butuh lahan yang cukup luas tapi karena kondisi keterbatasan lahan kita memanfaatkan lahan yang ada," terang Mario.
Mario bilang, pihaknya telah mengantongi dokumen izin Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL)
"Untuk kondisi manajemen resiko, biasanya kami selalu meminimalisir. Kalau dampak karbon yang paling besar ialah PLTU batu bara, penggunaan mesin diesel dampaknya tinggi kalau PLTMG rendah," imbuh dia.