Muhamad Nasir Pariusamahu, Guru MTsN Ambon

Dari Ambon ke Singapura: Muhamad Nasir Pariusamahu, Sang Pionir AI dari Maluku

LIPUTAN.CO.ID,- Di tengah deburan ombak dan keriuhan Kota Ambon, sebuah kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan. Muhamad Nasir Pariusamahu, seorang guru yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari satu dekade di tanah Maluku, baru saja mengukir prestasi yang melampaui batas-batas geografi. 

Ia terpilih menjadi satu dari hanya tiga pendidik di seluruh Indonesia yang akan terbang ke markas Microsoft di Singapura. 

Bukan sekadar perjalanan biasa, kunjungan ini merupakan bagian dari program bergengsi bertajuk AI Coding Master Trainers. Nasir terpilih setelah menyisihkan lebih dari 2.000 pendaftar dari seluruh pelosok negeri.

Jejak Panjang Sang Pendidik 

Perjalanan karir Nasir adalah potret dedikasi yang konsisten. Ia Memulai langkahnya di SMP IT As Salam Ambon (2015-2018), ia kemudian mengabdi di MTs Negeri 2 Maluku Tengah (2019-2025), hingga kini menjadi bagian dari keluarga besar MTsN Ambon. 

Selama bertahun-tahun, ia bukan hanya mengajar di depan kelas, melainkan terus mengasah diri untuk menjawab tantangan zaman.

Kesempatan emas menuju Singapura ini lahir dari kolaborasi Microsoft Elevate bersama Alkademi, Paragon Corp, dan Wardah Inspiring Teacher. 

Dengan tema "Inspiring Teachers Global Impact", program ini bertujuan melahirkan guru masa depan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi mampu menguasai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pemrograman.

Rahasia di Balik Poin Tertinggi

Keberhasilan Nasir menembus seleksi ketat ini bukan tanpa alasan. Ia berhasil meraih poin tertinggi dalam sistem gamifikasi LEAPS (Learn, Explore, Amplify, Present, dan Shine). 

Parameter ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari sejauh mana seorang guru mampu belajar, bereksplorasi, dan yang terpenting—melakukan "pengimbasan" atau membagikan ilmunya kepada rekan sejawat serta para siswa.

"Atas dedikasinya dalam menyebarkan ilmu pengetahuan dan menginspirasi transformasi digital, beliau terpilih sebagai delegasi," tulis Akhmad Alfan Hidayatullah, Chief Education Officer PT Raditya Alkademi Digital, dalam keterangan resminya.

Inovasi digital yang dibawa Nasir di lingkungan sekolahnya dinilai mampu membawa perubahan nyata bagi ekosistem pendidikan di Maluku.

Menuju Panggung Global

Rencananya, Nasir akan menghabiskan waktu di Singapura pada 4 hingga 7 Mei 2026. Di kantor Microsoft, ia akan menyelami teknologi mutakhir yang diharapkan bisa dibawa pulang ke Ambon untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Langkah Muhamad Nasir Pariusamahu menjadi bukti hidup bahwa guru dari daerah tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Jarak ribuan kilometer dari ibu kota Jakarta tidak menghalangi kreativitas untuk bersaing di kancah global.

Kini, dari ruang kelas di MTsN Ambon, Nasir bersiap membawa nama Maluku ke panggung teknologi dunia. Ia membuktikan bahwa dengan penguasaan teknologi digital, guru-guru Indonesia siap membawa dampak global dan memajukan pendidikan bangsa menuju masa depan yang lebih cerdas.