-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Sejumlah Mahasiswa di Masohi Maluku Tengah melakukan aksi unjukrasa di Kantor Bupati Maluku Tengah jalan Geser Kota Masohi, Rabu 3 september 2025.
Massa aksi yang bergerak dari Pasar Binaiya jalan Abdullah Soulissa menuju kantor Bupati pukul 13.00 Wit.
Massa Aksi yang berjumlah tak lebih dari 50 orang itu direspon langsung oleh Bupati Zulkarnain Awat Amir, Wakil Bupati Mario Lawalata dan Sekretaris Daerah Rakib Sahubawa.
Ketiga pejabat daerah yang miliki peran penting terhadap keputusan pemerintah itu duduk lesehan mendengar aspirasi yang disampaikan beberapa orator.
Tak hanya itu, tampak beberapa pimpinan OPD, Sat Pol PP hingga anggota kepolisian juga ikut lesehan.
Sejumlah isu yang dibawa dalam aksi demonstrasi itu diantaranya isu nasional dan daerah.
"Kami ingin penggunaan dana pajak penerangan dibuka dan diperuntukkan untuk apa," ujar Rasyid salah satu orator.
Selain itu mereka meminta Bupati mencopot Direktur RSUD Masohi Anang Rumuar. "Kami ingin ada bank darah untuk mencukupi kebutuhan pasien di RSUD Masohi," tambah Akbar Umarella.
Mendengar aspirasi tersebut Bupati Zulkarnain menyatakan menerima semua tuntutan dan akan dipelajari termasuk evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang menjadi sorotan para massa aksi.
"Apa-apa yang menjadi poin tuntutan akan kami pelajari dan kami berusaha untuk memperbaiki, saya akan memberikan perhatian terhadap tuntutan tersebut untuk semua (masalah pemerintah) bisa berubah lebih baik," tandas Bupati.
Setelah mendengar orasi, Bupati pun menerima tuntutan itu denga menuliskan tanda terima tuntutan dan menandatangani tanda terima tuntutan.
Berikut beberapa poin tuntutan Massa Aksi
1, Secara tegas menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR yang dapat menambah penderitaan Rakyat.
2. Mendesak lembaga DPR RI untuk segera mengsahkan RUU perampasan aset sebagai bentuk menjaga amanah Rakyat.
3. Bebaskan seluruh peserta AKSI yang sedang ditahan diseluruh Indonesia.
4. Mendesak Bupati Maluku Tengah Segera Mencopot Direktur RSUD Masohi, Sekaligus Mengevalusi Secara Menyeluruh Manajemen pelayanan kesehatan di RSUD Masohi,
5. Meminta KAPOLRES Maluku Tengah memeriksa anggaran operasional dan obat-obatan pada RSUD Masohi dan proyek IPAL pada dinas kesehatan Kabupaten Maluku Tengah.
6. Mendesak Bupati Maluku Tengah agar berlaku adil dalam memberikan dana hibah secara merata kepada seluruh perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Maluku Tengah.
7. Meminta KAPOLRES Maluku Tengah untuk memeriksa dugaan penyalagunaan anggaran dana hibah tahun 20172018, 2019, 2021 dan 2024 kepada politeknik Negeri Ambon yang ada di Masohi dan Banda.
8. Mendesak Bupati Maluku Tengah segera Mencabut Izin PT. Waragonda yang ada di Negeri Haya
9. Segera bebaskan 2 Pemuda Negeri Haya Yang Ditahan Di Polda Maluku.
10. Meminta Bupati Malteng Segera resmikan puskesmas rawat jalan di Negeri Lesibata Timur Kec. Seram Utara Barat.
11. Mendesak Sekretaris Daerah Maluku Tengah untuk segera transparansikan penggunaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Tahun Anggaran 2024.
12. Meminta KAPOLRES Maluku Tengah untuk memeriksa dugaan penyalagunaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) tahun 2022-2024.
13, Segerah menindaklanjuti 2 oknum ASN yang diduga mempejuaibelikan aset daerah di pasar binarya Masohi,
14, Kembalikan pedagang terdampak rehab pasar tingkat binaya Masohike tempat semula.