Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua beri amanah saat pengukuhan Raja Adat Negeri Soahuku, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah_Foto Ys.

Bupati Hadiri Pengukuhan Adat Raja Soahoku

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua menghadiri pengukuhan Raja Adat Negeri Soahuku, Kecamatan Amahai, Kamis, 21 Oktober 2021.  

Pengukuhan dan pelantikan Salmon Tamaela sebagai Upu Latu Inta Lilipory melalui serangkaian prosesi adat dan berlangsung di Baileo Negeri Soahuku.  

Salmon sebelumnya telah dilantik Bupati Maluku Tengah sebagai Kepala Pemerintahan Negeri Soahuku bersama 15 KPN lainnya di Baileo Ir. Soekarno, Pandopo Bupati, Kota Masohi beberapa waktu lalu.  

Namun, untuk mendapatkan gelar Raja sesuai Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2006 Tentang Negeri, maka proses pengukuhan secara adat perlu dilakukan.  

Bupati dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan adat merupakan wujud nyata pelestarian tatanan budaya dalam melahirkan figur seorang pemimpin di Negeri Soahuku, sekaligus meneguhkan eksistensi Negeri tersebut sebagai salah satu Negeri adat di Kabupaten Maluku Tengah.  

Bupati dua periode itu berharap ada kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pengukuhan Raja secara adat.  

Terutama diharapkan warisan adat dalam pemerintahan lokal seperti yang digelar saat ini dapat dipelihara secara turun temurun yang nantinya dapat berfungsi merawat identitas adat dan sosial budaya di Negeri-negeri adat.  

Selain itu, warisan adat juga diharapkan dapat melahirkan anak-anak negeri yang memahami dan menghargai sejarah asal usul, dan adat istiadat yang masih hidup dan diakui oleh Negara.  

“Saya berharap masyarakat adat Negeri Soahuku terus menjaga dan melastarikan warisan leluhur dan tradisi adat yang ada di Negeri demi mencapai keharmonisan, kearifan lokal, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat,” harap Tuasikal  

Selaku penanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan di negeri, Tuasikal mengingatkan Raja agar selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.  

"Benar-benar dijalankan dengan tulus dan dilandasi niat baik untuk memajukan masyarakat dan negeri ini, dengan tetap berpedoman pada pada peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.  

Tuasikal juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Negeri dan seluruh masyarakat Negeri Soahuku atas pelaksanaan pengukuhan adat yang berjalan dengan baik itu.  

“Kecintaan dan kepedulian masyarakat yang dilakukan melalui tradisi pengukuhan adat Raja disaat ini sebagai suatu prosesi identitas tradisonal dalam upaya untuk melestarikan tradisi adat dan hukum adat yang berlaku di negeri ini,”tutur Tuasikal