Baru diresmikan Megawati, Ini Bentang Jalur Jalan di Malteng Dengan Nama Ir. Soekrano

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Separuh jalur jalan trans seram di Maluku Tengah kini telah berganti nama menjadi jalan Ir. Soekarno.  

Penyamatan nama jalan sang proklamator itu dilakukan setelah putrinya yang juga Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri meresmikan nama baru dari jalan trans seram menjadi jalan Ir. Soekarno dengan panjang 216 kilo meter.  

Megawati meresmikan nama baru jalan di Malteng itu bersamaan dengan peresmian rumah adat atau baileo dan  monumen yang juga diberi nama Ir. Soekarno, yang berlokasi di Kota Masohi, Maluku Tengah Senin 21 Juni 2021.  

Megawati melakukan peresmian itu secara virtual dari kediamannya di jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. 

"Dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT, saya resmikan baileo Bung Karno, monumen Bung Karno, dan jalan Ir. Soekarno di Kota Masohi, kota gotong royong di Maluku Tengah," tandasnya. 

Lalu dimanakah bentang jalur jalan bernama Ir. Soekarno itu.  

Berdasarkan informasi yang diperoleh, jalur jalan Ir. Soekarno terbentang dari Negeri  atau Desa Ulahaan Kecamatan Telutih hingga sampai di ujung Kecamatan Teluk Elpaputih yang berbatasan langsung dengan Kabupaten SBB.

Sementara itu nama jalan di dalam Kota Masohi tidak dirubah seperti sangkaan orang sebelumnya. Panjang ruas jalan Ir. Soekarno itu adalah 216 kilo meter.  

Megawati mengaku, peresmian ini istimewa karena dilakukan di bulan Juni yang merupakan Bulan Bung Karno (BBK). Di BBK, ada berbagai peristiwa bersejarah. Termasuk lahirnya Pancasila di 1 Juni, kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, hingga wafatnya di 21 Juni. 

"Sudah 51 tahun lalu Bung Karno wafat kembali ke hadirat Allah SWT. Terima kasih atas doa yang dipanjatkan. Banyak sekali yang mengirim doa haul 51 tahun ini kepada saya," kata Megawati. 

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengatakan jalan Ir. Soekarno yang diresmikan sepanjang kurang lebih 216 kilometer dan Baileo dibangun di lokasi seluas lebih dari 3000 meter. Sementara monumen dibangun beserta sebuah patung Soekarno yang tingginya lebih dari 10 meter.  

"Pemberian nama sejumlah tempat dan monumen itu sebagai wujud terima kasih segenap masyarakat Kabupaten Maluku Tengah, serta untuk tidak melupakan sejarah serta perjuangan Presiden Soekarno," kata Tuasikal.