-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tengah serius akan membangun Dermaga Ferry untuk membuka jalur alternatif SS di Seram Utara.
Hal ini tampak dari dari sikap Pemerintah melalui Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir beberapa waktu belakangan meninjau pesisir negeri Paa, Kecamatan Seram Utara Barat sebagi satu dari titik yang bakal dibangun Dermaga Ferry tersebut.
Namun ditengah efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat apakah pembangunan Dermaga Ferry Seram Utara bakal dibiayai APBD?
Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah berencana membiayai pembangunan Dermaga Ferry di Seram Utara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun, anggota DPRD Maluku Tengah asal daerah pemilihan seram utara, Jainal Efendi Ie, mendorong agar pembangunan tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau (hemat) saya itu (anggarannya) langsung dari kementerian. Karena anggaran APBD tidak mungkin bisa merealisasi rencana tersebut," ujar Jainal Efendi Ie, anggota DPRD asal Partai Amanat Nasional (PAN), Senin 6 April 2026.
Dari dapil yang sama, Anggota DPRD, Ardiansyah Makatita juga mendukung penuh dibangunnya Pelabuhan Feri Teluk Dalam tersebut.
"Jalur strategis ini tak hanya jadi penghubung antar kecamatan melainkan dapat membuka peluang tuk jalur transportasi antar kabupaten," tutur Wakil Rakyat itu.
Ia berpendapat, harus ada intervensi APBN (dalam proses pembangunan) karena daerah terdampak efisiensi.
"Kedepan ini mungkin bisa dikelola oleh daerah, keuntungan bagi daerah jika dermaga ini difungsikan maka membuka peluang PAD," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah, Ali Nurlette, menyatakan bahwa ekspektasi pembiayaan pembangunan Dermaga Ferry akan berasal dari APBD. "(Ekspektasi pembiayaan pembangunan Dermaga) ya APBD. Ini upaya dalam rangka meningkatkan PAD," Nurlette di Masohi, Selasa 7 April 2026.
Ali Nurlette menjelaskan bahwa jika pembangunan dermaga dibiayai oleh APBN, maka Pemerintah Provinsi akan mengelola dermaga tersebut sebagai perwakilan pemerintah pusat. "Karena kalau pusat yang bangun berarti Pemerintah Provinsi yang kelola sebagai perwakilan pemerintah pusat," ujarnya.
Pembangunan dermaga ferry di Seram Utara Barat rencananya akan dilakukan secara multiyears jika dibiayai dari APBD. "Bisa saja pembiayaan secara multiyears kalau dari APBD. Dan rencananya tahun 2027 nanti dilihat pada dokumen perencanaan yang akan disiapkan," kata Ali Nurlette.
Pemda Maluku Tengah juga telah berkoordinasi dengan ASDP untuk menyiapkan armada ferry yang akan beroperasi di dermaga tersebut. "Nantinya kita bersama ASDP yang menyiapkan armadanya," ujar Ali Nurlette.