Balai Taman Nasional Manusela Gelar Penanaman Mangrove di Namasina

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Sebanyak 1000 anakan mangrove ditanam pihak Polisi Kehutanan, Balai Taman Nasional Manusela di Pantai Kelurahan Namasina, Kota Masohi, Maluku Tengah, Selasa 20 Desember 2022. 

Penanaman mangrove tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Balai Taman Nasional Manusela dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Polisi Kehutanan ke-56. 

Turut hadir dalam kegiatan penanaman mangrove tersebut yakni kepala Bank BRI Cabang Masohi, Sudadi, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah, Perwakilan dari Kodim 1502/Masohi, Polres Maluku Tengah dan juga pihak kelurahan setempat. 

Suharto Ismail, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai Taman Nasional Manusela mengatakan atas nama kepala Balai, pihaknya menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan penanaman mangrove tersebut. 

Dikatakan, tanaman mangrove diketahui memiliki aneka manfaat dan memiliki peran yang amat krusial bagi keberlanjutan lingkungan. 

"Hutan mangrove diyakini bermanfaat menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi dari gelombang badai, arus, ombak, dan pasang surut. sistem akar mangrove yang rumit juga menarik bagi ikan dan organisme lain yang mencari makanan dan berlindung dari predator," kata MHD. Zaidi, Kepala Balai TN. Manusela dalam sambutannya yang dibacakan Suharto. 

Dia menambahkan, ekosistem mangrove memiliki kontribusi dalam pengurangan emisi karbon di indonesia, hutan mangrove di indonesia memiliki potensi besar dalam penyerapan CO² dari atmosfir dan dapat menyimpan dalam bentuk biomassa tubuh. 

Hutan mangrove indonesia adalah yang terluas di dunia, yaitu sekitar 224 persen dari keseluruhan luas mangrove di dunia. luasan mangrove ini mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam menyerap dan menyimpan karbon. 

Meski telah diakui manfaatnya, ternyata kondisi mangrove berada pada risiko tinggi untuk dihancurkan karena adanya eksploitasi dan polusi yang menjadi pendorong hilangnya mangrove. Bahkan, data dari global mangrove alliance memperkirakan 67 hutan bakau telah hilang atau terdegradasi hingga saat ini, dan tambahan 196 hilang setiap tahun. 

"Untuk itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan positif yang diinisiasi oleh Polhut balai taman nasional manusela disore ini. semoga dapat berkelanjutan, sehingga akan memberikan manfaat lebih bagi ekosistem serta lingkungan yang ada ini," tandasnya. 

Hal positif dari penanaman mangrove kata Suharto, tentu bukan sebatas seremoni saja, melainkan upaya ada kebersamaan menjaga kelestarian lingkungan, sebagai bentuk tanggung jawab bersama. 

"Saya yakin jika penanaman ini berhasil dan terus dikembangkan, tidak hanya akan menghasilkan ekosistem air yang bersih dan sehat melainkan juga dapat berpotensi sebagai sumber pendapatan dalam pengembangan wisata hutan mangrove atau hal positif lainnya," tutupnya.