-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Masyarakat Negeri Larike Kecamatan Leihitu Barat gelar Festival 'PUKA ANA' atau lebaran kecil yang digelar setiap 7 hari setelah lebaran Idul Fitri.
Seperti biasa, Festival PUKA ANA selalu menampilkan atraksi silat dan juga tarian tradisional sebagai bagian dari warna perayaan 7 Syawal itu.
Di Festival PUKA ANA kali ini, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath dan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir turut menyaksikan sejumlah momen dalam Festival PUKA ANA yang digelar pada Selasa Pagi, 8 April 2025.
Tak hanya Gubernur, Wakil Gubernur dan Bupati, Saadiah Uluputty Anggota DPR RI serta sejumlah anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.
Bupati Zulkarnain mengatakan PUKA ANA adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan yang tidak hanya mengikat warga Negeri Larike, tetapi juga memperkuat hubungan dengan basudara dari negeri-negeri tetangga.
"Tradisi ini mengajarkan kepada kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan persaudaraan adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis," ujar Zulkarnain saat beri sambutan di acara tersebut.
Bupati bangga dan terharu melihat bagaimana budaya ini terus dilestarikan.
"Atraksi silat, silat pedang, tarian adat, serta seni budaya Islam yang dipersembahkan hari ini adalah cerminan kekayaan budaya yang kita miliki," tandasnya.
Zulkarnain bilang, tradisi PUKA ANA merupakan bukti bahwa masyarakat Negeri Larike adalah masyarakat yang tidak hanya menjunjung tinggi adat dan tradisi, tetapi juga terbuka terhadap perkembangan zaman.
Dia juga bilang, Pemerintah Daerah sepenuhnya mendukung kegiatan tersebut, karena sejalan dengan visi kita dalam penguatan ketahanan budaya, promosi pariwisata, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan investasi.
Budaya yang kuat akan menciptakan identitas yang kokoh, menarik wisatawan, dan tentunya membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Olehnya itu, pada kesempatan yang membanggakan ini, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan ini serta menjadikannya sebagai momentum untuk semakin mempererat persaudaraan, meningkatkan toleransi, dan membangun negeri ini dengan penuh kasih sayang dan kedamaian," harap Bupati.