-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Nirmala Pattikawa, meminta Pemerintah Daerah Maluku Tengah segera mengambil sikap dan beri layanan terhadap bayi perempuan yang ditemukan warga di Dusun Kramat, Desa Tulehu.
Hal ini disampaikan politisi PKB itu setelah mendapatkan informasi temuan bayi yang dibuang orang tak dikenal (OTK) pada salah satu teras rumah warga di Dusun Kramat, Kamis dinihari, 11 Juni 2026.
Mendengar kabar tersebut, Nirmala Pattikawa langsung meninjau RSUD Dr. Umarella Tulehu untuk memastikan kondisi kesehatan bayi dan penanganan yang diberikan sesuai kebutuhannya.
"Sebagai perempuan sekaligus anggota DPRD Maluku Tengah mengajak pemerintah Maluku Tengah yaitu lewat dinas sosial dan dinas terkait untuk sama-sama menindaklanjuti kasus bayi yang dibuang tersebut," kata Nirmala.
Ia berharap bayi tersebut mendapat hak asuh selayaknya bayi lain yang memiliki orang tua. "Kami juga berharap untuk kepolisian segera melakukan langkah cepat untuk kasus ini sehingga ada titik terang terkait orang tua kandung bayi ini," ujarnya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap perlindungan anak, Nirmala juga meminta Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah menunjuk petugas yang berkompeten di bidang perlindungan anak untuk mendampingi kasus ini.
Menindaklanjuti permintaan Nirmala, Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI. Bary Nalahelu ditunjuk memberikan pendampingan dan penjelasan prosedur penanganan anak terlantar sesuai peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan koordinasi sementara, bayi perempuan tersebut akan dititipkan pada salah satu Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang memenuhi persyaratan untuk pengasuhan dan perlindungan sementara.
Dinas Sosial bersama Kepolisian akan melakukan penelusuran dengan mengumumkan penemuan bayi lewat media sosial dan media informasi lain, serta tracking untuk mencari orang tua atau keluarga bayi guna mengetahui identitas dan asal-usulnya.
Seperti diketahui, bayi malang itu pertama kali ditemukan pemilik rumah setelah mendengar suara pembicaraan di depan teras. Saat keluar, bayi perempuan dalam kondisi masih lengkap dengan plasenta diletakkan di lantai teras dan ditutupi keset kaki.
"Bayi ditemukan di teras rumah warga. Yang temukan yang punya rumah. Dia sempat dengar ada pembicaraan di muka rumah mereka keluar lihat bayi di atas lantai teras dan ditutupi dengan kesek kaki," kata Bary Nalahelu, Penata Layanan Operasional Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kemensos RI yang bertugas di Maluku Tengah.
Setelah ditemukan, warga langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Bayi kemudian dibawa ke RSUD Dr. Umarella Tulehu untuk mendapat perawatan medis.
"Kondisi bayi masih dengan plasenta. Kemudian yang temukan bayi lapor polisi dan dibawa ke RSUD Umarella," ujar Bary.
"Kita sedang berkoordinasi dengan LKSA, panti sosial. Lalu kami akan berusaha untuk kroschek ini siapa yang titip bayi ini," tambahnya.
"Seluruh proses penanganan akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan terkait perlindungan anak," jelas pihak Dinsos.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait berkomitmen memastikan bayi tersebut memperoleh perlindungan, pengasuhan, dan hak-haknya secara optimal sampai diperoleh solusi terbaik bagi masa depannya.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas atau keluarga bayi diharapkan segera menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah atau pihak Kepolisian terdekat untuk membantu proses penelusuran.