-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
Liputan Malteng 2026
MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Chelsea Cristy Kaya, seorang anak perempuan berusia 9 tahun dari keluarga kurang mampu di Soahoku, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, menderita penyakit jantung bocor akibat Jantung Rematik (Rheumatic Heart Disease) serta disertai hipertensi.
Kondisi ini menyebabkan anak sering mengalami keluhan seperti sesak napas, mudah lelah, dan berdebar.
Riwayat keluhan bermula pada bulan Juli 2025 setelah anak mengalami jatuh dan mulai mengeluhkan rasa sakit. Orang tua kemudian membawa anak berobat ke dokter praktik pada 28 September 2025 dan selanjutnya dirujuk ke puskesmas serta rumah sakit.
Pada 10 Oktober 2025, anak dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Ambon dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis, anak dinyatakan menderita penyakit jantung bocor akibat Jantung Rematik.
Ibu Chelsea, Dessy Lailossa, mengungkapkan bahwa anaknya telah dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Ambon dan dokter merekomendasikan agar anak dirujuk ke rumah sakit rujukan di Makassar atau Jakarta untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih optimal.
Namun, keterbatasan ekonomi keluarga menjadi kendala utama dalam pemenuhan biaya pengobatan dan rujukan tersebut.
"Kami sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Daerah maupun pihak terkait lainnya untuk membantu biaya pengobatan dan proses rujukan anak ke rumah sakit rujukan di Makassar atau Jakarta," kata Dessy.
Orang tua Chelsea berharap agar anaknya dapat memperoleh penanganan medis yang layak dan berkelanjutan sehingga kondisi kesehatannya dapat membaik dan anak dapat kembali menjalani kehidupan serta tumbuh kembang secara normal seperti anak-anak lain.
Sementara itu Rasyid Lokolo pekerja sosial kepada Liputan.co.id di Masohi Kamis 22 Januari 2026 mengatakan saat ini Chelsea terdaftar sebagai peserta BPJS namun untuk memastikan dapat berobat di Makassar atau Jakarta sebagai mana saran dokter, keluarga Chelsea tak punya biaya cukup.
"Saat ini coba kami asesmen ke Dinsos tapi yah kondisi daerah yang tak bisa berbuat banyak. Sementara kami coba usaha jalur lain agar yang bersangkutan bisa mendapatkan layanan kesehatan di sana," harap Rasyid.