oleh

Tak Relevan, Fraksi Hanura-Perindo Minta Bupati Malteng Ubah Tarif Bongkar Muat Pelabuhan

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Tarif bongkar muat berdasarkan keputusan Bupati Maluku Tengah (Malteng) tahun 2009 disebut tidak relevan dengan kondisi kekinian salah satunya yang berkaitan dengan kondisi kebutuhan ekonomi.

Selain soal kebutuhan, aturan lebih tinggi yang mengatur salah satunya tentang tarif pelabuhan juga mengalami perubahan. Sehingga Pemda setempat perlu melakukan penyesuaian tarif berdasarkan keputusan yang baru.

Olehnya itu, DPRD Maluku Tengah (Malteng), melalui Fraksi gabungan Hanura-Perindo, meminta Bupati Malteng, Tuasikal Abua, agar merevisi keputusan tentang tarif bongkar muat pelabuhan yang diterbitkan Bupati sebelumnya pada tahun 2009 lalu.

“Meminta Pemerintah Daerah untuk merubah Keputusan Bupati Maluku Tengah Nomor : 568-455,Tahun 2009 Tentang Pentepan Tarif Bongkar Muat di Pelabuhan Wilayah Kabupaten Maluku Tengah yang diterbitkan tertanggal 21 Juli 2009,” pinta Juru Bicara Fraksi Hanura-Perindo, Abraham Picarima, saat membacakan kata akhir Fraksi dalam rapat paripurna, Senin malam, 12 Oktober 2020.

Dikatakan permintaan merubah atau meninjau kembali keputusan yang diterbitkan sepuluh tahun silam itu, guna menciptakan rasa keadilan ekonomi. “Perlu ditinjau kembali demi rasa keadilan kaum buruh dan peningkatan pendapatan serta penyelesaian terhadap nasib buru kontrak dan sengketa antara perusahaan dan karyawan,” tandas Picarima.

Selain meminta peninjauan tarif bongkar muat, Fraksi Hanura-Perindo kata pria yang biasa disapa Ampy itu meminta Pemda dalam hal ini badan pendapatan untuk lebih inovatif dalam mengeruk pendapatan dari sumber pendapatan lainnya.

“Dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah, Pemerintah Daerah diharapkan tidak hanya bergantung pada sumber pendapatan tetap yakni kontribusi terbesar dari jasa konstruksi dan sebagainya tetapi diperlukan inovasi-inovasi sumber pgndapatan lainnya,” katanya.

Hal itu dimaksudkan sambung Politisi Perindo itu agar Pemda dapat mengantisipasi akibat daripada perubahan-perubahan regulasi dan darurat bencana yang datang kapan saja.

Komentar