oleh

Polres Malteng Tetapkan Delapan  Tersangka Korupsi DD Tiga Negeri

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Polres Maluku Tengah akhirnya menetapkan delapan  tersangka terkait dugaan korupsi dana desa tiga negeri di Kecamatan Seram Utara Barat, Maluku Tengah.

Penetapan itu berlangsung dalam ekspose perkara yang digelar Penyidik bersama Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi, Senin 28 September 2020.

Berdasarkan rilis yang diterima, Selasa 29 September 2020, delapan tersangka yang ditetapkan itu berkaitan dengan dugaan korupsi dana desa Negeri Pasanea, dugaan korupsi dana desa Negeri Karlutukara dan dugaan korupsi dana desa Negeri Gale-Gale Kecamatan Seram Utara Barat, Maluku Tengah.

Kasus tindak pidana korupsi dana desa tiga Negeri itu sebelumnya dilidik Polres Maluku Tengah pada awal tahun 2019.

Kedelapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka diantaranya AW dan IM, tersangka dugaan korupsi dana desa Negeri Pasanea,  MA, HA dan HR tersangka korupsi dana desa Negeri Karlutukara, serta  SW, M, dan SA tersangka kasus dugaan korupsi dana desa Negeri Gale-Gale.

“Secara formil dan materil telah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan dana desa tiga Negeri tahun anggaran 2015 dan 2016 yang  merugikan keuangan negara, sehingga mereka yang tadinya sebagai terlapor dan juga saksi, kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi.

Kapolres menguraikan, AW dan IM oleh penyidik disebut sebagai orang yang bertanggung jawab terkait korupsi dana desa Negeri Pasanea tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan kerugian negara berdasarkan audit investigasi  BPKP sebesar 255.910.344 rupiah.

Sementara itu ME, HA dan HR diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Negeri Karlutukara tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan total kerugian negara berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP  sebesar 215.703.215 rupiah.

Dan SW, M, dan SA ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Negeri Gale-Gale tahun anggaran 2015 dan 2016 yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan jasil audit investigasi kerugian negara oleh BPKP sebesar  268.574.993 rupiah.

Selanjutnya, wanita yang dua kali jabat Wakapolres itu, menandaskan, kedelapan orang yang sebelumnya sebagai saksi perkara korupsi itu, dalam waktu dekat akan diperiksa sebagai tersangka guna melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Maluku Tengah.

“Kita sudah persiapkan, dalam waktu dekat akan kami panggil mereka untuk diperiksa dalam status sebagai tersangka,” tandasnya.

Ia menjelaskan, kedelapan tersangka itu dijerat dengan pasal 2 ayat (1) subsidair pasal 3 dan pasal 8 juncto Pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999, juncto UU RI no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Komentar