oleh

Kepala Desa Wahai Pegang Kerak Baju Yasir, Diikuti Dengan Pengeroyokan

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Sikap tak terpuji ditunjukan Saleh Tjiu, yang adalah Penjabat Kepala Desa Wahai, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah, bersama puluhan orang lakukan tindakan kekerasan terhadap salah satu warga.

Bagai mana tidak, pada Jum’at malam, 3 Juli 2020, Saleh bersama puluhan massa mendatangi rumah Yasir Arafat Ely untuk menanyakan sikap kritik yang dilakukan Yasir tentang Kebijakan Pemerintah Negeri Wahai lewat facebook, namun sikap itu berujung pada tindakan pemukulan terhadap Yasir oleh massa yang datang bersama Saleh.

Dihubungi, Liputan.co.id, Sabtu 4 Juli 2020, istri Yasir, Tri Utami Lalihun, yang berada ditempat saat kejadian itu menuturkan, awalnya, Saleh bersama puluhan massa datang ke rumah korban sekitar Pukul 21.00 wit.

“Mereka ke rumah, saya sedang membasuh pakayan di depan rumah, pak Penjabat menanyakan suami saya, kemudian saya menjawab sedang di kamar bersama anak, seketika itu pak Penjabat dengan suara yang kasar dan keras berteriak nama suami saya tiga kali,” tutur Tri.

Dia menjelaskan, saat Yasir keluar dari dalam kamar dan menuju ruang tamu, Saleh dan rombonganya sudah di dalam rumah Yasir, Saleh kemudian langsung bertindak memgang kerak baju korban, sambil menanyakan perihal tulisan korban di Facebook.

Namun di saat yang sama, puluhan massa yang datang bersama Saleh, langsung bertindak anarkis dan memukul korban hingga tersungkur dan jatuh dari atas Talud depan rumah korban yang kebetulan berada di dekat pantai.

“Suami saya keluar ke ruang tamu pak penjabat langsung memegang kerak bajunya sambil berkata ose (kamu) tulis apa di Facebook?, Setelah itu beberapa orang masuk dan memukuli suami saya di bagian kepala dan wajahnya sampai suami saya jatuh di bawah talud dan beberapa orang lompat ke talud untuk melanjutkan aksi brutal mereka, ada yang pukul dan ada yang tendang, sedangkan sebagian yang berada diatas talud terus berteriak BUNUH DIA,BUNUH DIA,” sambung Tri menceritakan kejadian naas itu.

Beruntung, Yasir yang biasa disapa Lambor itu berhasil melarikan diri dari amukan massa tersebut dan langsung menuju Polsek Wahai untuk meminta perlindungan sekaligus melaporkan kejadian tersebut.

Liputan.co.id mencoba hubungi Saleh dinomor kontaknya, namun normor kontak yang bersangkutan tidak aktif.

Sementara itu, Kapolsek Wahai, AKP Frihamdeni dihubungi via telepon membenarkan ada kejadian tersebut. Frihamdeni mengatakan, pihaknya akan memproses kasus tersebut namun kata Dia, Senin pekan depan dimulai dengan mediasi.

“Kami sudah mendapatkan laporan kejadian itu, dan terhadap korban kami sudah lakukan visum. Rencana senin depan, kita memanggil kedua belah pihak untuk awali masalah itu dengan mediasi,” jelas pria yang pernah jabat Kasat Lantas Polres Malteng terebut.

Komentar