oleh

Abua Apresiasi Pencegahan COVID-19 Di Tiga Kecamatan, Leihitu Barat Paling Aman

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan pihak Kecamatan Leihitu Barat, Kecamatan Leihitu dan Kecamatan Salahutu, bersama TNI Polri setempat, dalam melakukan langkah pencegahan COVID-19.

Tiga Kecamatan yang merupakan bagian dari wilayah Maluku Tengah itu, berbatasan langsung dengan Kota Ambon, yang saat ini memilik kasus COVID-19 terbanyak di Maluku.

“Jadi kemarin saya lakukan perjalanan mulai dari perbatasan langsung Kota Ambon dengan kami di Maluku Tengah yakni tiga di Kecamatan. Saya awali dengan berkunjung ke Salahutu, lalu saya lanjutkan ke Leihitu Barat dan Leihitu. Saya lihat secara langsung langkah pencegahan COVID-19 di Sana. Dan hasil pantauan saya, bahwa proses penjagaannya dengan protokol kesehatan betul-betul dilaksanakan,” ujar Bupati Abua kepada Media di Masohi, Maluku Tengah, Selasa 30 Juni 2020.

“Ternyata, setiap orang yang keluar masuk Wilayah Maluku Tengah di tiga Kecamatan itu mereka disetop untuk diperiksa terkait surat-surat kesehatan,” sambung Abua.

Bupati dua periode itu juga menyebut, pihak Kecamatan Leihitu Barat paling sigap dalam melaksanakan pencegahan COVID-19 di perbatasan Bandara Pattimura Ambon dengan Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah.

Sehingga baginya, Kecamatan Leihitu Barat merupakan Kecamatan yang paling aman dari COVID-19.

“Antara tiga Kecamatan itu yang paling aman dari COVID-19 itu di kecamatan Leihitu Barat, dan Itu luar biasa (penjagaannya). Di Salahutu juga sebenarnya kita awal aman, tapi karena ada pasien yang dirawat di RS Umarella tanpa diketahui telah terjangkit COVID-19, sehingga hal itu mengakibatkan 20 lebih tenaga medis dan lainnya, terjangkit virus ini,” katanya.

Selain memantau sistim pencegahan COVID-19 di Tiga Kecamatan tersebut, Abua mengatakan, Ia sempat memantau arus aktifitas ekonomi warga tiga Kecamatan yang beraktifitas di Kota Ambon.

Kata Abua, meski BSBB sementara berlangsung di Ambon, masuk keluar warga tiga Kecamatan di Ambon untuk tujuan aktifitas ekonomi berjalan lancar.

Sebaliknya, distribusi kebutuhan logistik dari Ambon ke tiga Kecamatan juga berlangsung lancar tanpa hambatan.

“Dimasa PSBB Ambon, saya juga memantau angkutan yang membawa kebutuhan dari dan ke Maluku Tengah juga berjalan semua. Memang kendaraan yang masuk keluar itu diperiksa dan tidak bawa surat surat itu disetop, tapi kendaraan yang membawa barang kebutuhan itu tetap jalan, mereka hanya diukur suhu tubuh setelah itu boleh masuk ke Ambon untuk aktifitas ekonomi,” jelasnya.

Komentar