oleh

Ini Penjelasan Direktur RSUD Masohi Soal Status FB Milik Pasien COVID-19

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan dan Pencegahan COVID-19, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), memastikan, pasien Positif COVID-19 berinisial BKT sudah empat kali dilakukan pemeriksaan Swab yang diuji melalui PCR.

Hasilnya, BKT yang saat ini dirawat di RSUD Masohi, tetap masih terkonfirmasi positif COVID-19.

“Menanggapi status BKT (Pasien COVID-19) yang saat ini dirawat di RSUD Masohi. Secara garis besar, tanggal 28 April 2020 dia dirawat. kemudian kita rapid test yang bersangkutan reaktif.

17 Mei, kita lakukan PCR pertama dan kedua, konfirmasi positif. Kemudian dilakukan tes PCR ulang ketiga dan keempat, Ia masih terkonfirmasi positif (COVID-19), hasil terakhir 27 Mei,” jelas Direktur RSUD Masohi, Dokter Ursulla Sujastuti, dalam konferensi pers di Masohi.

Hal itu merupakan tanggapan terhadap status Facebook BKT melalui akunnya berinisial AZT.

“Kemudian sama dokter spesialis penyakit dalam, (BKT) sudah dilakukan perawatan sesuai SOP (COVID-19),” tambah Ursulla.

Ursulla menjelaskan, BKT selama diruang isolasi, pelayanan terhadapnya selalu dilakukan seperti pasien umum lainnya. Ada pemeriksaan terhadap perkembangan kondisi pasien.

“Pelayanan pasien berdasarkan diagnosis penyakit dalam, kemudian dilakukan terapi sesuai Standar Prosedur Operasional yang ada. Dan sampai sekarang masih dalam perawatan dan kondisinya masih bagus,” tandasnya.

Selain itu, untuk jatah makan  yang dikeluhkan BKT, kata Ursulla, tidak ada bedanya jatah makan pasien corona dengan pasien umum lainnya.

“Dan pemberian makanan sesuai dengan kebutuhan gizi sama dengan pasien lain. Yang membedakan kebutuhan gizi itu pasien masing masing. Dan yang menentukan itu spesialis gizi,” terangnya.

Selain itu, terkait dengan pintu ruang isolasi digembok pakai rantai, Ursulla membenarkan hal tersebut.

Namun kata Dia, hal itu lantaran BKT sering keluyuran diwaktu malam tanpa sepengetahuan pihak RSUD.

“Memang untuk pasien covid ini kita isolasi sendiri dari pasien pasien lain. Memang pengalaman isolasi dia (BKT) pernah keluar dari ruangan (isolasi). Setelah itu kita minta pol pp untuk jaga, sejak saat itu sudah tidak bisa keluar. Dia kelaurnya malam. Memang pintu digembok pakai rantai tapi sekarang sudah dilepas karena sudah dijaga lagi oleh PolPP, Itu dilakukan karena dia pernah keluar,” ulasnya.

Sementara itu, disaat yang sama Juru Bicara Gustu Malteng, Dokter Jeni Adijaya mengatakan dalam waktu dekat pasien BKT akan dilakukan Swab ulang untuk memastikan yang bersangkutan sembuh dari COVID-19.

Komentar