oleh

JPU Tuntut Fence, Riky, Dan Abdulloh Dua Tahun Penjara

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut tiga terdakwa kasus illegal logging masing masing, Freud Riky Apituley, Fence Purimahua dan Abdulloh dengan pidana penjara 2 tahun serta denda 500 juta rupiah.

Ketiga terdakwa dituntut JPU dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Masohi, Selasa, 12 Mei 2020.

Sidang dengan agenda tuntutan itu dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Agus Hardianto didamping Hakim Rifai Tukuboya dan Mawardi Rifai. Hakim ketua Agus Hardianto menyidangkan ketiga terdakwa secara terpisah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wilem Mairuhu didampingi Siti Martono, saat membacakan tuntutan itu menyatakan ketiga terdakwa kasus illegal logging tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana kehutanan sebagaimana yang diatur Undang Undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan.

Meski secara umum ketiga terdakwa menurut JPU bahwa mereka melanggar Undang-undang nomor 18 tahun 2013, tetapi penerapan pasal kepada ketiganya berbeda.

Untuk terdakwa Fence Purimahua dan terdakwa Freud Riky Apituley, JPU menerapkan pasal 98 ayat 1 Jo pasal 19 huruf b. Sedang terdakwa Abdulloh,JPU menerapkan pasal 87 ayat 1 huruf a, junto pasal 12 huruf K undang undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan.

“Terdakwa Fence Purimahua terbukti melakukan tindak pidana kehutanan sebagaimana yang didakwakan melangar pasal 98 ayat 1 junto pasal 9 huruf b, terdakwa Freud Riky Apituley terbukti melakukan tindak pidana kehutanan sebagaimana didakwakan melanggar pasal 98 ayat 1 junto pasal 9 huruf b. Terakwa Abdullah terbukti melakukan tindak pidana kehutanan sebagaimana didagwakan melanggar pasal 87 ayat 1 huruf a junto pasal 12 huruf K Undang Undang nomor 18 tahun 2013” tandas Wilem Mairuhu saat membacakan tuntutan.

TIM JPU yang dipimpin Vector Mailoa itu meminta Hakim menjatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda 500 juta rupiah subsider 3 bulan penjara atas perbuatan para terdakwa.

“Menghukum terdakwa dengan pidana di penjara selama 2 tahun serta membayar denda 500 juta rupiah subsider 3 bulan kurungan,” kata JPU.

Mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Kejari Malteng, Hakim kemudian memberikan kesempatan kepada terdagwa melalui kuasa hukumnya untuk mengajukan pembelaan yang diagendakan berlangsung Kamis 14 Mei 2020.

Untuk diketshui, sidang berlangsung secara terbuka dan dihadiri oleh ketiga terdakwa. Terdakwa Fence Purimahua didampingi Penasehat Hukuman Rony Samloy sedang Riky Apituley didampingi Kuasa Oni Letelay bersama dua rekannya. Terdagwa Abdulloh menjadi satu satunya terdakwa yang hadir tanpa didampingi penasihat hukumnya.

Komentar