oleh

Update! 569 Warga Malteng Diisolasi, Usai Pulang dari Daerah Pandemi Covid-19

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua mengatakan, saat ini sebanyak 569 warga Maluku Tengah (Malteng), sedang dikarantinakan atau diisolasi, usai pulang dari Daerah Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

“Saat ini sebanyak 569 warga Maluku Tengah, sedang diisolasi karena baru pulang dari daerah pandemi Covid-19,” ujar Abua kepada Media di Masohi, usai menyaksikan Teleconfrence tanggap penanganan Covid-19, yang digelar Kemendagri dengan seluruh kepala Daerah di indonesia, Jum’at 3 April 2020.

Tuasikal yang juga merupakan Bupati Maluku Tengah itu merincikan, dari 569 warga Maluku Tengah yang sedang jalani masa karantina atau isolasi itu, mayoritas  tersebar di Negeri-Negeri.

“Dari data yang ada, sebanyak 514 warga sementara jalani isolasi di Negeri-Negeri. Mereka bukan isolasi di rumah masing-masing, tapi diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah Negeri,” jelas Abua.

Sementara sisanya kata Abua, sedang jalani masa karantina di dua tempat yang disediakan Pemkab Maluku Tengah yakni Politeknik Soekarno dan SKB.

“Sisanya, 17 dan 38 orang sedang jalani isolasi di SKB dan Politeknik Soekarno,” singkatnya.

Abua menjelaskan, warga Maluku Tengah yang sedang jalani masa karantina di SKB dan Politeknik adalah warga yang berdomisili di Kota Masohi. Sementara sisanya merupakan warga yang berdomisili di Negeri-Negeri yang tersebar di Kabupaten Maluku Tengah.

Untuk mengantisipasi melonjaknya warga Malteng yang pulang dari Daerah Pandemi Covid-19, saat ini Pemkab Malteng, tengah persiapkan beberapa tempat salah satunya gedung KNPI Maluku Tengah, untuk menjadi tempat Isolasi tambahan.

“Jadi selain tempat isolasi yang kita sediakan, baik di Politeknik dan SKB, saat ini juga, kita sedang sediakan gedung KNPI, untuk dijadikan tempat Isolasi. Tempat-tempat itu juga nantinya, sebagai tempat transit isolasi bagi warga Negeri. Misal, kalau ada yang baru datang itu orang Tamilouw atau Sepa maka, mereka sementara diarahakan ke salah satu tempat itu, sambil menunggu kepastian Pemerintah Negeri siapkan ruang isolasi tambahan,” pungkasnya.

Abua mengimbau masyarakat yang baru datang dari Daerah Pandemi Covid-19, tetap wajib ikuti kebijakan Pemerintah dengan jalani masa karantina selama 14 hari di tempat yang disediakan Pemerintah.

Dia juga tidak ingin warga yang baru datang dari luar Maluku itu, menjalani masa karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Jadi peran Pemerintah Negeri juga sama, yakni tetap bekerja mencegah penyebaran Covid-19. Kami juga tidak membenarkan bahwa, ada warga yang baru pulang dari luar, lalu isolasi mandiri di rumah, itu tidak boleh,” tegas Abua.

Komentar