oleh

Turun dari Kapal, 34 Penumpang Diarahkan ke Lokasi Karantina

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Turun dari kapal Cepat di Pelabuhan Amahai, Maluku Tengah, sebanyak 34 penumpang yang mengantongi kartu kewaspadaan kesehatan dari Kementrian Keshatan RI, diarahkan ke lokasi karantina Politeknik Soekarno, Rabu 1 April 2020.

Datang dari luar Maluku, sebanyak 34 orang pengguna jasa transportasi laut Kapal Cepat Cantika, diarahkan ke Politeknik Soekarno kilo 6, untuk jalani masa karantina selama 14 hari.

Pantauan Liputan.co.id, Ke-34 orang yang memiliki riwayat perjalanan dari beberapa daerah yang terdapat pandemi Covid-19, langsung dijemput tim Medis dan TNI-Polri saat mereka turun dari kapal.

Camat Amahai Corneles Lekatompessy,  meminta beberapa warga Malteng yang datang dari luar Maluku, untuk menujukan lembar kertas warna kuning, bertuliskan kartu kewaspadaan kesehatan, yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan RI. (Photo Kayum/Liputan.co.id).

Seperti biasa, setiap kapal yang masuk pelabuhan Amahai, semua penumpang termasuk ke-34 orang dan kru kapal, dilayani tim Medis dengan pengukuran suhu tubuh.

Ke-34 orang yang mayoritas adalah mahasiswa yang melanjutkan studi di daerah luar Maluku itu, diantar dengan dua unit mobil ke lokasi Politeknik kilo 6 Amahai.

“Tadi kami melakukan pantauan langsung bersama pak Danramil, dan Pak Kapolsek Amahai. Dari Dinas Kesehatan dan petugas RSUD Masohi juga ada. dan ke-34 orang ini, tadi diukur suhu tubuh dan diambil data. Mereka rata-rata bersuhu tubuh 3,6. Setelah itu, mereka langsung dibawah ke lokasi karantina kilo 6,” ujar Camat Amahai, Corneles Lekatompessy.

Dilihat dari riwayat perjalanan, ke-34 orang itu baru tiba dari daerah Jakarta, Surabaya, Jokja, Bogor, Bandung dan Makasar. Dimana Daerah tersebut termasuk daerah yang saat ini ditemukan banyak kasus Covid-19.

Setelah sampai di Politeknik, beberapa orang yang berasal dari Negeri/Desa Tamilouw Kecamatan Amahai dan Desa Isu Kecamatan TNS, langsung dijemput Camat masing-masing untuk dikarantina di Negeri setempat.

Hal itu karena Pemerintah Negeri tersebut, telah menyiapkan satu lokasi isolasi yang tidak tergabung dengan keluarga, untuk ditempati warga yang baru datang, guna jalani masa karantina selama 14 hari.

Tidak hanya itu, beberapa dari rombongan yang berKTP kota Masohi, dipindahkan dari Politeknik ke SKB untuk jalani masa karantina.

Komentar