oleh

Bupati Abua, Ambil Alih Ketua Gugus Tugas Covid-19 Maluku Tengah

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Struktur kepengurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (GTPP Covid-19), Kabupaten Maluku Tengah, resmi direvisi. Revisi struktur Tim Gugus itu diutamakan pada jabatan ketua.

Tadinya, Jabatan ketua GTPP Covid-19 Maluku Tengah, diemban Kepala BPBD, Bob Rahmat. Namun saat ini, posisi tersebut diambil alih langsung Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua.

Perubahan struktur GTPP Covid-19, merupakan bagian dari penyesuaian dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bernomor 440/2622/SJ. ED itu menerangkan tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 Daerah.

Surat edaran yang diteken Mendagri Tito Karnavian per tanggal 29 Maret 2020 itu, dalam poin satu  menerangkan bahwa, Gubernur, Bupati/Walikota menjadi Ketua GTPP Covid-19 Daerah.

Perubahan struktur GTPP Covid-19 Malteng dilakukan tadi, Senin 30 Maret 2020. Atas jabatan itu, Tuasikal pada siang tadi, bertempat di Lapangan Nusantara Masohi, memimpin rapat evaluasi kerja GTPP Covid-19 Maluku Tengah (Malteng).

Dalam rapat itu, Abua menegaskan bahwa, setiap orang yang baru datang dari luar daerah, terutama yang saat ini telah banyak kasus Covid-19, wajib diisolasi di Politeknik Soekarno Kilo 6, Amahai.

 

Ruang isolasi itu telah disiapkan Pemkab Malteng dan tersedia 100 tempat tidur. Abua menegaskan, tidak ada isolasi mandiri bagi yang baru pulang dari luar Maluku.

“Mereka (warga Malteng), yang datang dari daerah penularan, kita isolasi di politeknik. Ingat, satu orang tertular, itu bencana ke kita. Mulai besok, mereka yang datang dari daerah penularan covid-19, harus kita isolasi, bukan isolasi mandiri,” tegas Abua.

Abua mengatakan bahwa, Dia tidak yakin dengan tingkat isolasi mandiri dapat memutus mata rantai penularan. Sebab menurutnya, orang yang sudah terinfeksi corona virus, tidak akan menunjukan gejala dalam beberapa hari. “Saya tidak begitu yakin isolasi mandiri di rumah, siapapun juga, tetap wajib diisolasi di politeknik. Nanti makan dan lain-lain kita jamin,” tandas Abua.

Disela itu, Abua juga beri ultimatum ke pemilik Kapal Cepat dan Ferry, agar mematuhi social distancing atau sistim jaga jarak di dalam kapal.

“Saya tegaskan ke pemilik kapal untuk buat kebijakan jaga jarak satu sampai dua meter. Kalau tidak dilaksanakan oleh pemilik kapal, kita lakukan pencegahan (operasi), tidak ada pelayaran dari Ambon ke Masohi atau sebaliknya. Dalam kondisi sekarang dibutuhkan tindakan tegas. Kalau sudah terlanjur satu terinfeksi, kita tidak bisa bikin apa-apa,” tegas Abua mengingatkan.

Dalam rapat tersebut Abua mengatakan, pihaknya sedang siapkan tiga tempat isolasi lagi untuk menampung warga Malteng yang datang dari daerah penularan.

Komentar