oleh

Abua Tegaskan, di Malteng Baru Terdapat 4 ODP dan PDP masih Nihil

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Terkait dengan desas desus berapa jumlah sebenarnya status Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Maluku Tengah, sudah terjawab secara terang.

Tadinya, dalam informasi yang tertera di daftar Tim Gugus Covid-19 Provinsi Maluku bahwa, di Maluku Tengah, terdapat enam ODP dan satu PDP Corona Virus. Namun, hal itu telah diluruskan Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua usai gelar rapat dengan pimpinan OPD di Masohi, Senin 30 Maret 2020.

Tuasikal Abua yang kini jabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Malteng, mengatakan, saat ini di Kabupaten berjuluk Pamahanu Nusa itu, baru terdapat empat ODP  dan tersebar di beberapa Kecamatan.

“Kita sementara baru terdapat empat ODP Covid-19. Satu saat ini kita isolasi di Politeknik Soekarno di Kilo 6 Amahai, satu di Kecamatan Seti, dua di Saparua,” kata Bupati Abua menegaskan.

Dia juga memastikan, status Pasien Dalam Pengawasan di Maluku Tengah, juga masih nihil atau tidak ada. “Untuk status PDP di Maluku Tengah, masih kosong,” tandasnya.

Terkait dengan status ODP dan PDP Malteng yang tertera di Provinsi dikatakan, itu merupakan kelalaian petugas di Malteng dalam mengirim data ke Provinsi. Sehingga hal itu lewat Kadis Kesehatan Maluku Tengah, Dokter Djeny Adijaya, telah melakukan klarifikasi ke Tim Gugus Covid-19 Provinsi Maluku.

Sementara itu, terkait dengan orang yang datang dari daerah penularan Bupati menegaskan, harus ikut diisolasi. Setiap orang yang baru datang dari luar daerah terutama yang saat ini telah banyak kasus Covid-19, kata Abua, wajib diisolasi di Politeknik Soekarno Kilo 6, Amahai.

Dia menegaskan, tidak ada isolasi mandiri bagi yang baru pulang dari luar Maluku. “mereka (warga Malteng), yang datang dari daerah penularan, kita isolasi di politeknik. Ingat, satu orang tertular, itu bencana ke kita. Mulai besok, mereka yang datang dari daerah penularan covid-19, harus kita isolasi, bukan isolasi mandiri,” tegas Abua.

Abua mengatakan bahwa, Dia tidak yakin dengan tingkat isolasi mandiri dapat memutus mata rantai penularan. Sebab menurutnya, orang yang sudah terinfeksi corona virus, tidak akan menunjukan gejala dalam beberapa hari. “Saya tidak begitu yakin isolasi mandiri di rumah. Siapapun juga, tetap wajib diisolasi di politeknik. Nanti makan dan lain-lain kita jamin,” tandas Abua.

Dia juga beri ultimatum ke pemilik Kapal Cepat dan Ferry untuk mematuhi social distancing atau sistim jaga jarak di dalam kapal.

“Saya tegaskan ke pemilik kapal untuk buat kebijakan jaga jarak satu sampai dua meter. Kalau tidak dilaksanakan oleh pemilik kapal, kita lakukan pencegahan (operasi), tidak ada pelayaran dari Ambon ke Masohi atau sebaliknya. Dalam kondisi sekarang, dibutuhkan tindakan tegas. Kalau sudah terlanjur satu terinfeksi kita tidak bisa bikin apa-apa,” tegas Abua mengingatkan.

Komentar