oleh

Warga Maluku di Jakarta Minta Perhatian Pemprov Maluku

LIPUTAN.CO.ID-Pasien positif virus Corona (COVID-19) yang meninggal dunia bertambah. Per hari ini, total ada 32 pasien Corona yang meninggal.

“Pasien meninggal saat ini ada 7 orang, maka total kasus kematian 32,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (20/3/2020)di Kutip dari detikNews.

Husen Baffadal anak Muda yang sehari-hari beraktivitas sebagai Advokad di Jakarta kepada Media ia mengatakan sebagai bentuk upaya pencegahan masalah Covid-19 terhadap warga Maluku yang ada di Jakarta, maka sudah sepatutnya badan penghubung Pemda Maluku memperluas kinerja Pelayanan Informasi terkait masalah ini mengingat warga maluku di Jakarta sangat banyak.

“harus ada perhatian serius oleh Badan Penghubung sub bagian Informasi, mengingat Jakarta menduduki Peringkat ke-1 kasus covid-19 dan warga maluku sangat banyak di Jakarta. Harapan Masyarakat Maluku yg ada di Jakarta harus ada perhatian oleh Pemda Maluku melalui perwakilannya tutur Baffadal” harapnya.

Senada Dengan Baffadal, Yunus Umagap Wasekjend PB HMI, Umagap mengatakan warga Maluku yang di Jakarta Banyak perantau dari Maluku yang perlu dapat perhatian serius.

“Saudara kita yang merantau ke Jakarta dengan hanya bermodalkan semangat ke Jakarta. mempertahankan hidup di Jakarta mereka harus bekerja serabutan dan ada yang memilih menjadi tukang parkir . “Resiko untuk terinfeksi sangat besar tapi apalah daya untuk melanjutkan hidup walaupun dalam keadaan darurat Nasional kerja-kerja seperti ini tetap di lakukan. Apakah tidak ada elit Maluku di Jakarta untuk berpikir tentang 14 hari berpikir tentang nasib mereka. Kami berharap untuk merespons Kondisi Jakarta saat ini Gubernur Maluku Melalui Sub Penghubung Pemda jangan hanya diam,” tandasnya.

Staf Ketua Umum PB HMI Fauji Marasabessy mengungkapkan ” Alit-elit dan transformatif gagasan untuk problem Covid 19 harus ada gerakan Pengkondisian. Untuk menjawab dan merespons kondisi Warga Maluku di Jakarta. “Kita Kongkrit saja kalau Pesepak Bola seperti Cristiano Ronaldo dengan Ikhlas merubah hotelnya menjadi Rumah Sakit dan terakhir Tokoh Nasional, Surya Paloh mengambil keputusan sama dengan Ronaldo kenapa Maluku tidak bisa walaupun tidak sampai untuk menjadi RS. Bangunan yang berada di jln Jln kebon Kacang Raya No 20 RW 8 bisa saja di alih fungsi untuk Warga Maluku yang kerjanya masih serabutan itu,” pungkasnya.

Setidaknya MES Maluku lebih membuka ruang Informasi terkait situasi warga maluku di Jakarta dan dijadikan pusat bantuan logistik kepada warga maluku apabila Pemerintah Pusat menerapkan lockdown.
“Langkah sekarang yang harus diambil oleh perwakilan MES membagi secara gratis masker dan handsinitizer sebagai pencegah saat ini untuk mendapatkan masker dan hand sinitizer sudah sangat langkah dan mahal. Kami punya data dan lokasi warga jika Pemda tidak punya bisa kami berikan,” tegas Ozhi.

Komentar