oleh

Corona Virus, Abua: Status ODP maupun PDP di Malteng Masih Nol

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Status orang dalam pemantauan (ODP), atau pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang yang positif corona virus atau covid-19 di Kabupaten Maluku Tengah, belum ada alias kosong.

Hal itu disampaikan Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua, usai rapat terbatas (Ratas) Forkopimda bersama gugus tugas percepatan penanganan corona virus, Sabtu 21 Maret 2020, berlangsung di Aula room, lantai 3, Kantor Bupati Malteng.

“Syukur dari data yang ada, baik yang ODP maupun PDP dan yang terinfeksi corona di Maluku Tengah belum ada,” ujar Bupati usai pimpin Ratas.

Bupati berharap ODP, PDP maupun yang positif corona virus tidak terjadi di Maluku Tengah. “Kita berharap ini tidak terjadi kedepan,” harapnya.

Untuk mencegah penularan covid-19 di Maluku Tengah, sejumlah kebijakan telah diambil maupun sedang dipersiapkan.

Kebijakan yang telah dilakukan Pemkab Malteng, diantaranya sistim masuk kantor bergilir bagi ASN yang berpangkat di bawah eselon III, kebijakan belajar di rumah bagi pelajar Paud/TK, SD, hingga SMP sudah berlaku sampai dengan 31 Maret.

Kebijakan pengecekan suhu tubuh bagi ASN lingkup Pemkab Malteng juga telah dilakukan. Sementara itu kebijakan pengukuran suhu tubuh telah dilakukan di beberapa pelabuhan dan bandara di Malteng meski belum semuanya.

“Kami juga saat ini telah memesan termoskener sebanyak-banyaknya. Agar pengukuran suhu tubuh bagi warga bisa terjangkau hingga di desa desa. kita juga sudah memesan paket baju hingga masker khusus bagi petugas medis untuk menangani pasien terinfeksi corona kalau itu terjadi,” jelas Abua.

Sementara itu, kebijakan penutupan tempat wisata di Maluku Tengah untuk sementara kata Abua, juga sedang diberlakukan. Turis asing juga dilarang untuk berwisata di Maluku Tengah untuk sementara.

“Bagi turis yang telah berkunjung di Maluku Tengah sebelum ada kasus ini di Indonesia, kami berharap mereka balik ke Negara asal jika ijin tinggal telah selesai,” tandas Abua.

Terkait dengan penetapan social distancing atau pembatasan kerumunan masyarakat di Maluku Tengah kata Abua, akan akan diberlakukan namun perlu lewat kajian. “Soal pembatasan sosial akan kita berlakukan namun perlu kita duduk bersama dulu dengan sejumlah pihak termasuk tokoh agama,” jelasnya.

“Pemda, DPRD dan jajaran terkait seperti TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan, berkomitmen bekerja sama menangkal dan siap menghadapi penanganan covid-19,” tambah Bupati dua periode itu.

Dia juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang tidak panik dan tetap berikhtiar menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Dia juga berharap kepada Awak Media untuk tidak menyebar berita yang berkaitan dengan Covid-19 sebelum dikonfirmasi kepada pihak pihak terkait.

Komentar