oleh

Tahu akan Ditahan, Dua Tersangka Korupsi Proyek Irigasi Memilih Kabur

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Dua tersangka kasus korupsi proyek irigasi Negeri Sariputih, Seram Utara Kobi, Maluku Tengah, memilih kabur diam-diam setelah mendapatkan bocoran informasi bahwa mereka akan ditahan oleh penyidik Kejari Maluku Tengah, pada Selasa Petang, 17 Maret 2020.

Dua tersangka itu adalah A. Litiloly (AL) dan Markus Tahya (MT). Keduanya kabur sebelum Kepala Kejaksaan Negeri Juli Isnur umumkan perintah penahanan terhadap Lima orang tersangka proyek irigasi, termasuk didalamnya AL dan MT.

AL dan MT yang berstatus ASN tersebut, baru diketahui menghilang dari kantor Kejari Malteng, saat para tahanan hendak dibawa ke Rutan Kelas IIB Masohi untuk dititipkan.

Bahkan Kajari Juli Isnur, baru mengetahui AL dan MT tidak berada ditempat saat ia memantau penggiringan tersangka pada pukul 21.00 wit.

Atas kejadian itu, Isunur perintahkan bawahannya untuk mencaritahu keberadaan AL dan MT untuk ditahan dan diseret ke Rutan. “Saya pastikan akan mengejar mereka untuk ditangkap,” kata Isnur dengan nada tegas.

Sementara itu, kabar terbaru yang ditapatkan Liputan.co.id, pada Rabu Malam, 18 Maret 2020, kedua tersangka yang kabur itu masih dalam pengejaran oleh Petugas Pidana Khusus Kejari Malteng. “Belum lagi cari ini malam,” ujar Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamzah saat dikonfirmasi perkembangan dua tersangka yang memilih kabur itu.

Seperti diketahui, Kejari Malteng, pada Selasa, 17 Maret 2020, petang, telah resmi menetapkan dua orang tersangka baru, terkait dugaan korupsi proyek peningkatan saluran irigasi diantaranya BL dan MS. Keduanya merupakan Sub Kontraktor dan KPA.

Sebelumnya, Korps Adhyaksa itu telah lebih dulu menetapakan tiga tersangka kasus yang sama akhir 2019 lalu. Tiga tersangka itu diantaranya YR, AL dan MT.

Komentar