oleh

Hakim Pengadilan Negeri Masohi, Tolak Praperadilan Vence Purimahua

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Hakim tunggal Pengadilan Negeri Masohi, Rifai Tukuboya, menolak seluruh gugatan praperadilan serta tuntutan pemohon dalam hal ini Vence Purimahua.

Sidang putusan akhir praperadilan yang diajukan pemohon lewat kuasa hukumnya Wahyudin Ingratubun itu, berlangsung di ruang sidang Utama PN Masohi, jalan Geser, Kota Masohi, Maluku Tengah, Rabu 18 Maret 2020.

Hakim berpendapat, penetapan tersangka oleh termohon (Kejari Malteng) terhadap pemohon (vence)  yang berkaitan dengan kasus illegal logging, di desa Solea Kecamatan Seram Utara, adalah sah. Menurut hakim, termohon memiliki dua alat bukti untuk menetapkan pemohon (vence) sebagai tersangka sesuai dengan Undang-undang KUHP.

Hakim juga tidak sependapat dengan pendapat ahli yang diajukan pemohon sebelumnya bahwa, jaksa dalam kedudukan sebagai Jaksa Penuntut Umum tidak bisa berposisi sebagai penyidik dalam kasus yang sama.

“Hakim tidak sependapat dengan pendapat ahli bahwa JPU dalam kedudukannya tidak bisa sebagai penyidik. Hakim berpendapat, JPU telah diberikan ruang untuk dapat melakukan penyidikan, jika berkas perkara yang seblumnya ditangani PPNS dirasa belum lengkap sebagai mana pasal 39 huruf (b) Undang-undang nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pengrusakan hutan,” kata Tukuboya saat membacakan isi putusan praperadilan.

Selain itu, salah satu alasan pemohon ajukan praperadilan bahwa, pemohon tidak bisa dipidanakan termohon, jika penetapan pemohon sebagai tersangka dikaitkan dengan pemohon dalam jalankan tugas sebagai Kepala seksi pengolahan dan pemasaran PNBP Dinas Kehutanan Maluku, karena disebut pemohon sudah menjalankan tugas dan bekerja sudah sesuai SOP.

Terhadap salah satu materi praperadilan yang diajukan pemohon itu, hakim menyebut, pemohon telah masuk dalam Pokok perkara. Sehingga, hakim berpendapat, alasan pemohon tersebut dapat dikesampingkan karena tidak termasuk dalam obyek praperadilan.

“Hakim memutuskan menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya,” tegas Tukuboya diakhir pembacaan putusan praperadilan. Dikatakan, Penyidik dalam hal ini sebagai termohon juga  telah sah dalam menahan Vence dalam kedudukannya sebagai tersangka kasus illegal logging Desa Solea, Seram Utara.

Hakim juga meminta termohon dalam hal ini Jaksa untuk tetap melanjutkan perkara Illegal Logging dengan tersangka Vence Purimahua.

Sebagai informasi, sebelumnya, pada hari yang sama tadi, Pengadilan Negeri Masohi juga telah menggelar sidang perdana terhadap dua tersangka illegal logging lainnya yakni Hasanudin dan Jhon Juanda Pacina.

Komentar