oleh

Lagi, Kejari Malteng Tetapkan Dua Tersangka Baru Korupsi Proyek Irigasi

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Kejari Malteng), pada Selasa, 17 Maret 2020, petang, telah resmi menetapkan dua orang tersangka baru, terkait dugaan korupsi proyek peningkatan saluran irigasi Negeri Sariputih, Kecamatan Kobi, Kabupaten Maluku Tengah.

Dua tersangka yang ditetapkan diantaranya BL dan MS. Keduanya merupakan Sub Kontraktor dan KPA.

Sebelumnya, Korps Adhyaksa itu telah lebih dulu menetapakan tiga tersangka kasus yang sama akhir 2019 lalu namun belum ditahan. Tiga tersangka itu diantaranya YR, AL dan MT. Dalam kasus ini mereka berposisi sebagai Kontraktor PPTK dan Pengawas.

“Hari ini kami Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, menetapkan dua tersangka baru, dugaan korupsi proyek peningkatan saluran irigasi Desa Sariputih. dua tersangka baru itu, BL dan MS. MS tadi tidak penuhi panggilan,” kata Kajari Malteng, Juli Isnur kepada Media di ruang kerjanya, Masohi, Selasa, 17 Maret 2020.

Kajari Maluku Tengah, Juli Isnur saat beri keterangan pers usai tetapkan dua tersangka baru dugaan korupsi pembangunan saluran irigasi Desa Sariputih, Seram Utara Kobi, Maluku Tengah. (Photo Kayum/Liputan.co.id).

Usai penyampaian penetapan dua tersangka baru, Kajari perintahan penanahan terhadap keempat tersangka.

Namun sebelum disampaikan perintah penahanan, dua tersangka yakni AL dan MT memilih kabur dan tak kembali ke kantor Kejaksaan.

Baik BL, YR, AL dan MT rencananya ditahan dan dititipkan di Rutan Kelas IIB Masohi. Namun hari ini baru BL dan YR yang ditahan. Sementara MS belum ditahan, karena yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.

“Karena yang datang ada empat tersangka diantaranya BL, YR, AL dan MT maka dilakukan penahanan terhadap mereka. Dan yang satunya akan kita panggil pekan depan,” jelas Mantan Kajari Natuna Itu.

Sementara itu, terkait dengan tersangka AL dan MT yang telah kabur, Isnur memastikan pihaknya akan mengejar keduanya untuk tetap pertanggung jawabkan perbuatan mereka bersama tersangka lain.

Soal jumlah kerugian negara dari kasus tersebut, Isnur belum mengungkapkan. karena dikatakan kerugian negara dari korupsi proyek saluran irigasi yang dikerjakan oleh CV Surya Abadi itu masih dalam perhitungan BPKP.

Direncanakan pada rabu besok, penyidik akan mengajukan surat ke BPKP untuk gelar ekspos jumlah kerugian negara dari proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Maluku Tahun 2016 bernilai Rp. 2 Miliar itu.

“Kerugian negara masih dalam perhitungan. Kami besok surati BPKP untuk diekspos kerugian negaranya,” tandasnya.

Kelima tersangka itu diherat dengan Undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor), pasal 2 dan 3 dengan ancaman hukuman minimal 3 dan 4 tahun penjara.

Kajari menambahkan, pihaknya tetap bekerja secara profesional. Sehingga jika terdapat fakta-fakta baru yang muncul dikemudian hari dan berkaitan dengan tersangka baru, pihaknya akan tetap menindak.

“Kami bekerja profesional kami berdasrkan data dan fakta. Namun apabila ada fakta baru bahwa ini menyangkut ke sana ke mari (keterkaitan pihak lain), akan kita tetapkan lagi tapi itu nanti. Yang jelas, kita ga pusing sama corona. Kita tetap bekerja. Mau corona atau apa kita tetap kerja,” tutupnya.

Komentar