oleh

Wah! Jaksa Lidik Dugaan Korupsi Berkaitan dengan Illegal Logging Seram Utara

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Kejaksaan Negeri Maluku Tengah makin beringas dan tidak patah arang dalam menelisik masalah illegal logging Seram Utara. Setelah menetapkan empat orang tersangka, nampaknya, perambahan hutan illegal tersebut memiliki benang merah ke dugaan korupsi sehingga jadi incaran Korps Adhyaksa itu.

Dihadapan Media di Masohi, Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Juli Isnur mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi uang negara yang ada kaitannya dengan illegal logging Seram Utara.

“Kita lagi menyelidiki tindak pidana korupsinya (illegal logging),” kata Isnur kepada Awak Media di Caffe Lain Hati, dekat Bundaran Kota Masohi, Maluku Tengah, Senin 9 Maret 2020.

Isnur belum mau jelaskan hubungan seperti apa antara kasus illegal logging dengan dugaan korupsi. Namun pihaknya memiliki baket ke harah itu, sehingga ia ingin semua itu terbuka. Bahkan kata Isnur, ada tabir lebih besar lagi yang harus dibuka jika penyelidikan itu menguat ke temuan alat bukti untuk dinaikan ke tahap penyidikan.

“Dan insya Allah kalau itu terungkap dengan dukungan dari ahli maka ini akan lebih besar lagi,” tandas Isnur.

Isnur menegaskan, kerja jajarannya dalam berantas illegal logging tidak akan memandang derajat para pelaku. Baginya, siapapun dia yang terlibat tetap ikut diseret ke jeruji besi.

Ia mengatakan illegal logging di hutan Seram, Kabupaten Maluku Tengah itu sudah pada titik klimaks sehingga tidak ada kata berhenti untuk mengusutnya.

“Kami tetap tegas dan tidak pandang bulu (berantas illegal logging), mohon doa dukungan teman-teman (wartawan). Selama ini illegal logging di Malteng sudah sangat keterlaluan. Maka ketika saya pimpin (kajari) saya bilang ke teman2 ayo Kita berantas ilegal loging ini, kita tunjukan ke masyarakat bahwa masalah ini kita tidak main-main. Maka kita tidak main mainlah, Ini bukti komitmen kami,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Maluku Tengah pada Selasa 25 Februari 2020, telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dugaan illegal logging di Desa Solea Seram Utara, yang berbatasan dengan area penyangga Hutan Taman Manusela.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Vence Purimahua ex pegawai kehutanan Provinsi Maluku, Ricky Apitulle Direktur PT Talisan Emas, Abddullah sebagai pemodal dan Jhon Pacina sebagai pemilik somil di Seram Utara.

Usai ditetapkan sebagai tersangka kempat orang tersebut langsung ditahan dan diseret ke jeruji besi Rutan Kelas II Masohi.

“Ia tadi kami sudah tetapkan empat orang tersangka kasus pembalakan liar Seram Utara. Mereka diantaranya VP sebagai oknum Dinas Kehutanan Maluku, RA direktur PT TE, A sebagai pemodal dan JP sebagai pemilik Somel,” jelas Kejari Maluku Tengah Juli Isnur kepada awak Media di Masohi.

Komentar