oleh

Letahiit Minta Pemda Punya Grand Design Khusus Untuk Membangun Pariwisata Malteng

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Berbicara soal pariwisata, baik alam, sejarah maupun budaya di Kabupaten Maluku Tengah tak akan habisnya. Semua spot wisata yang tersebar di Maluku Tengah selama ini telah mendunia. Sebut saja Banda dengan wisata alam dan budaya serta sejarah, Liang dan Suli dengan wisata pantai yakni pantai Liang dan Pantai Natsepa.

Sebahagian wilayah Maluku Tengah di Pulau seram dimana menjadi pusat ibu Kota Maluku Tengah juga tak kalah eksotis jika berbicara soal spot wisatannya. Seperti Taman Nasional Manusela, Pantai Ora dan Pulau Tujuh. Semua yang disebut diatas jika dikelola dengan baik dapat mendatangkan pundi pundi PAD yang cukup besar.

Namun tentu disadari peran Pemerintah yang begitu besar memerlukan proses panjang dan dukungan untuk menggarap potensi potensi wisata tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Jain Letahiit melihat hal itu sebagai tanggung jawab bersama baik pihaknya sebagai wakil rakyat maupun pemerintah sebagai eksekutif.

Namun politis Partai Gerindra itu meminta Pemda harus memiliki grand Design khusus dalam mengembangkan industri pariwisata di Maluku Tengah. Hal penting kata Letahiit agar pemerintah dan DPRD memiliki dasar dan arah yang jelas dalam menentukan program kepariwisataan yang secara cepat dapat berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

“Pemerintah Daerah harus punya visi yang besar terhadap sektor pariwisata. Biar perlu buatkan suatu grand design khusus, untuk menumbuh kembangkan industri pariwisata di Maluku Tengah. Misalnya ketika bicara soal pariwisata maka objek yang jadi incaran adalah pengunjung wisatawan. Nah paling tidak dengan grand design itu kita bisa tahu sejauh mana target pengunjung dalam setahun. Dengan target itu apa yang perlu kita lakukan,” jelas Letahiit di Masohi, beberapa waktu lalu.

“Tentu, targetnya adalah kunjungan Wisatawan Mancanegara di Maluku Tengah meningkat. Dan dapat berkontribusi terhadap PAD secara langsung dan perputaran ekonomi di masyarakat meningkat,” lanjutnya.

Olenya itu sistim promosi wisata kata Letahiit harus maksimal memanfaatkan teknologi informasi dan Media Massa.

“Misal ketika kita ingin membuat suatu festival pariwisata, baik itu terkait soal budaya, alam maupun sejarah, paling tidak jauh hari Pemda sudah melakukan promosi besar besaran agar para wisatawan dapat mengetahui lebih awal dan menentukan akan berkunjung di Maluku Tengah dan itu hanya bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi maupun Media Massa,” tandasnya.

“Sebelumnya, Pa Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tengah Frangki Wattimena mengatakan kunjungan wisatawan di sini 2019 menurun jika dibandingkan tahun 2018. Yang seperti ini kira apa yang harus kita lakukan. Sekali lagi tidak lain adalah promosi besar besaran pariwisata kita,” tambah Letahiit.

Ia juga secara pribadi maupun pernah disampaikan di DPRD bahwa pihaknya mendukung pemberlakuan retribusi masuk turis yang saat ini tengah digodok pemerintah.

Namun bagi politisi muda asal Dapil Seram Utara mengatakan jangan sampai dengan pemberlakuan tarif tersebut animo pengunjung wisman di Maluku Tengah menurun. Olehnya itu kesiapan Pemda bagi Letahiit harus matang.

“Misal kita sudah berlakukan itu, tapi saat turis hendak berkunjung kita tidak punya komunitas pemandu wisatawan yang dikelola oleh Pemda bersama mitra. selain itu tidak ada penyambutan saat turis berkunjung di sini dengan jumlah banyak. Jadi ini harus kita pikirkan bersama. Secara pribadi dan anggota DPRD sekali lagi sangat berharap ada lompatan besar dalam mengembangkan industri pariwisata di Maluku Tengah,” tutupnya.

Komentar