oleh

Komisi II DPRD dan Disperindag Malteng Sepakat, Para Pedagang Ini Dibebaskan Dari Retribusi

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Komisi II DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Malteng telah satu persepsi dalam melihat lebih jauh terhadap penarikan retribusi bagi pedang sayur dan pakaian di Pasar Binaiya Masohi.

Komisi II dan Disperindag sepakat bahwa sejumlah pedagang di Pasar Binaiya Masohi yang sebelumnya membangun fasilitas sendiri namun ditagih retribusi, bakal diberi kompensasi atau ganti rugi.

Kompensasi tersebut bakal dalam bentuk pembebasan sementara setor retribusi per hari oleh para pedagang terkait kepada Disperindag dalam beberapa tahun kedepan.

“Kami sudah rapat dengan Dinas Perindag tindalanjuti hasil sidag. Bahwa, hasil rapat dengan Dinas Perindag, Kadis Perindag akui, fasilitas jualan dibuat sendiri oleh beberapa pedagang sayur dan pakaian dengan dana kurang lebih ada kisaran 2 hingga 3 juta rupiah. Sesuai dengan keinginan kami, mereka pedagang harus diberi kompensasi,” ujar Ketua Komisi II DPRD Malteng, Sukri Wailissa beberapa waktu lalu di Masohi.

Dia menjelaskan, nantinya para pedagang yang sudah bagun fasilitas jualan sendiri tidak dipungut retribusi selama beberapa tahun sesuai dengan uang yang dikeluarkan  pedagang.

“Karena kami dari awal dengan Disperindag dalam kerangka pikir yang sama yaitu mungkin nanti dihitung anggaran yang mereka keluarkan dan retribusi perhari 2 ribu itu dikalikan berapa tahun untuk menutupi pengeluaran pedagang yang bangun fasilitas sendiri. Kami minta (Disperindag) tidak pungut retribusi ke pedagang tadi dan disanggupi Disperindag. Saya kira ini sesuatu hal yang adil,” tandas Politisi PKB tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindag Malteng, Bahrum Kalauw, mengatakan Disperindag sepakat dengan permintaan Komisi II.

“Fasilitas yang dibangun pedagang itu awalnya proses bersama Dinas. Namun berdasarkan kesepakatan keinginan pedang mereka ingin bangun sendiri karena ingin cepat. Namun kita dudukan persoalannya bahwa sebenarnya harus ada langkah yang diambil Pemda. Untuk bagaimana sebagai bentuk konpensasi ke pedagang yang bangun fasilitas baja ringan sendiri,” kata Kalauw.

Namun untuk merealisasikan hal itu Kata Kalauw, pihaknya akan sampaikan ke atasannya yakni Sekda dan Bupati untuk diambil langkah lanjutan.

“Fasilitas pasar memang harus dibangun Pemda. Waktu itu Dinas ingin melakukan pembenahan pada lapak lapak yang terbuat dari kayu dan terpal yang sudah tidak layak, diganti dengan baja ringan. Namun saat itu pedagang ingin cepat dan mereka bangun sendiri.  Nantinya masalah biaya yang dikeluarkan pedang, nanti akan ditinjau kembali. Untuk solusinya atau pengantian  kompensasi dalam bentuk pembebasan retribusi. Permintaan (Komisi II) itu, saya akan laporkan ke Pak Sekda untuk ada langkah lanjutan,” sambung Kalauw.

Komentar